Iran Ancam Tutup Selat Hormuz, Dunia Waspada
Iran ancam tutup Selat Hormuz akibat konflik dengan AS dan Israel, berpotensi ganggu perdagangan dan harga minyak dunia.
Foto Ilustrasi: Personel Satgas Mobile COVID-19 memeriksa kondisi pasien diduga terjangkit virus Corona (COVID-19) di ruang isolasi Rumah Sakit Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (11/3/2020)./Antarafoto-Oky Lukmansyah
Harianjogja.com, SEMARANG - Hingga saat ini baru 40,5% dari kapasitas isolasi rumah sakit di wilayah Jawa Tengah yang sudah terpakai untuk merawat pasien COVID-19 yang ada. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan ketersediaan bed isolasi rumah sakit di wilayahnya cukup digunakan untuk merawat pasien COVID-19.
Ganjar menjelaskan, data per 10 September 2020, pukul 08.00 WIB, dari total 3.343 bed isolasi yang tersedia, saat ini sudah 1.355 bed yang terpakai. Selain itu, lanjut Ganjar, sejumlah tempat yang disiapkan untuk isolasi juga masih kosong.
“Umpama kita nyiapin (Asrama Haji) donohudan, belum kepakai. Bank Jateng lama yang ada di (kawasan) Kota Lama itu udah kita siapin itu, sama sekali nggak kepakai,” kata Ganjar, Sabtu (12/9/2020) malam.
Di sisi lain, lanjut Ganjar, pihaknya juga menyiagakan Rumah Sakit Bung Karno Solo untuk jadi tempat khusus perawatan pasien COVID-19 di Jateng.
“Termasuk kalau rumah sakitnya kurang kami nyiapin RS Bung Karno Solo, itu mau kita khususkan. Tapi sampai hari ini juga belum dan itu masih standby masih kosong, sebenarnya kita lebih banyak siaga,” ujarnya.
Baca juga: Anies Pilih PSBB, Hasto Minta Kepala Daerah dari PDIP Tak Buru-Buru Pembatasan Sosial
Namun, Ganjar tak berharap kekosongan tempat isolasi maupun bed okupansi yang masih tersedia itu sampai penuh. Hal ini, kata Ganjar, tidak serta merta jadi alasan untuk melonggarkan protokol kesehatan.
“Itu tidak berarti kita harus tidak disiplin lho, jangan lho, jangan sampai kita tidak disiplin. Mentang-mentang masih ada terus mau dipenuhi, lebih baik dikosongin,” tegasnya.
Ganjar berharap, upaya pengosongan ini juga dapat dilakukan bersama-sama. Salah satunya dengan penegakan hukum yang telah dimulainya sejak 25 Agustus lalu.
“Ketika kita sudah bisa mengontrol diri dengan jaga jarak protokolnya diikuti, itulah sebenarnya adaptasi kebiasaan barunya sudah jalan. Maka sebenarnya kita tinggal melakukan improvement-lah, perbaikan dikit lagi dengan mencari cara untuk kontrol. Sekarang yang dibutuhkan apa? Patroli,” tegas Ganjar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Iran ancam tutup Selat Hormuz akibat konflik dengan AS dan Israel, berpotensi ganggu perdagangan dan harga minyak dunia.
Pemkab Gunungkidul batalkan pengadaan seragam Rp3,7 miliar karena efisiensi dan dialihkan ke program prioritas daerah.
Messi berpeluang pecahkan rekor gol Piala Dunia saat Argentina menghadapi Austria di Grup J 2026.
Pemkab Bantul soroti kasus dugaan perundungan di SMA Negeri 2 Bantul dan tekankan sekolah bebas kekerasan.
Sleman jadi lokasi CNG clustering PGN untuk gas rumah tangga, dorong efisiensi energi dan kurangi LPG subsidi.
Pemkab Gunungkidul minta OPD cek genset menyusul seringnya pemadaman listrik yang ganggu layanan publik.