Cek Uji Coba Sekolah Tatap Muka, Ini Saran Ganjar

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo - Ist/Humas Pemprov Jateng
11 September 2020 01:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, TEMANGGUNG--Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunjungi dua sekolah yang menjadi percontohan pembelajaran tatap muka di Kabupaten Temanggung, yakni SMKN 1 Temanggung dan SMAN 1 Parakan, Kamis (10/9/2020).

Ganjar mengatakan kunjungan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan uji coba berlangsung aman dan sesuai protokol kesehatan yang ditetapkan. Di dua sekolah tersebut Ganjar dengan teliti mengecek persiapan sekolah, mulai pemenuhan sarana prasarana, penerapan protokol kesehatan hingga pembatasan jumlah siswa yang masuk.

BACA JUGA : Zona Kuning Boleh Buka Pembelajaran Tatap Muka, Ini Kata 

Ia melihat pemenuhan sarana prasarana sudah cukup memadai, mulai penyiapan tempat parkir yang dibatasi, penyediaan tempat cuci tangan di depan kelas, pengecekan suhu tubuh, dan fasilitas lainnya. Papan-papan imbauan dan peringatan juga terpasang di sudut-sudut ruangan sekolah.

Ganjar juga masuk ke ruang-ruang kelas dan ruang praktik untuk melihat sendiri proses belajar mengajar dengan cara tatap muka. Di dua sekolah itu, tidak semua siswa boleh masuk. Mereka dibatasi, dan hanya yang memiliki kendaraan pribadi atau diantar orang tua yang boleh sekolah.

Sementara siswa yang biasa naik angkutan umum, masih diminta belajar di rumah. Di SMKN 1 Temanggung, ada 72 siswa yang masuk setiap hari dengan dibagi menjadi enam rombongan belajar sehingga masing-masing rombel berisi 12 siswa. Di SMAN 1 Parakan ada 102 siswa dibagi menjadi enam kelas, masing-masing 17 siswa.

"Semuanya sudah bagus, persiapannya sudah dilakukan optimal. Memang yang agak sulit itu jaga jarak, karena biasanya anak-anak itu tidak sadar ngobrol bareng, jawil-jawilan dan lainnya. Padahal, itu bahaya," katanya.

Gubernur Jateng juga mengajak berdialog siswa-siswi yang mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah untuk memastikan bahwa semua siswa yang masuk ke sekolah itu mendapat izin dari orang tua.

BACA JUGA : Sekolah yang Nekat Buka Pembelajaran Tatap Muka Diminta 

Selain itu, Ganjar juga mengorek kesulitan para siswa menghadapi pembelajaran tatap muka di masa pandemi. Dari para siswa itu, Ganjar mendapatkan keterangan bahwa yang paling sulit adalah untuk taat menjaga jarak.

Secara keseluruhan, menurut dia uji coba sekolah tatap muka di Temanggung sudah berjalan bagus. Semua siswa yang masuk dipastikan mendapat izin dari orang tua dan mereka tidak berangkat menggunakan angkutan umum.

"Tinggal bagaimana guru disiplin menjaga ini, sehingga semuanya berjalan lancar. Saya tegaskan, ini bukan coba-coba, ini menyiapkan bagaimana agar anak-anak bisa beradaptasi. Sudah hari keempat pelaksanaan uji coba ini dan alhamdulillah berjalan lancar," katanya.

Ia mengatakan akan terus mengevaluasi sistem ini. Ia meminta pihak sekolah ketat dan disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan.

"Kalau perlu ada polisi sekolah, bisa kepala sekolah, guru atau ketua kelas untuk patroli, mengingatkan apabila ada yang melanggar," katanya.

Para siswa menyambut baik program ujicoba sekolah tatap muka itu. Menurut mereka uji coba ini bisa digunakan untuk persiapan apabila sekolah nantinya dibuka kembali pasca pandemi.

"Senang sekali bisa sekolah lagi, sudah lama bosan belajar di rumah. Kalau belajar di sekolah lebih mudah paham karena diterangkan langsung," kata Annisa Aprilia kelas 2 SMKN 1 Temanggung.

BACA JUGA : Sleman Berencana Buka Sekolah Tatap Muka, Begini 

Terkait keamanan siswa, dia mengatakan hal itu bisa dijaga dengan baik. Selama pihak sekolah sudah menyiapkan sarana prasarana dan penerapan protokol kesehatan ketat, maka siswa akan aman belajar di sekolah.

"Kalau protokol kesehatan ketat, dan siswa juga disiplin mematuhinya, semuanya akan aman. Memang selama ini, yang paling sulit ya jaga jarak, karena biasanya dulu kalau ketemu teman sering ngrumpi. Tapi sekarang, semuanya harus belajar untuk jaga jarak demi keselamatan bersama," katanya.

Sumber : Antara