Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan, Lanjutkan Perjuangan Hukum
Roy Suryo dan Dokter Tifa menegaskan tetap melanjutkan perjuangan hukum setelah Kejari Jakarta Selatan memutuskan keduanya tidak ditahan.
Penumpang menggunakan antiseptik atau hand sanitizer di Halte Harmoni, Jakarta, Selasa (3/3/2020)./JIBI-Bisnis.com-Eusebio Chrysnamurti
Harianjogja.com, JAKARTA – Hand sanitizer atau cairan pembersih tangan sudah menjadi barang yang wajib dimiliki mayoritas orang pada masa pandemi Covid-19. Namun, pakar kesehatan mengingatkan kemungkinan dampak buruk akibat terlalu sering menggunakan hand sanitizer.
Pertama, cairan ini mungkin bisa membuat Anda lebih rentan terkena diare.
Mikrobioma yakni ekosistem mikroorganisme termasuk bakteri, jamur, dan virus yang hidup di usus, mulut, hidung, dan kulit berperan menjaga Anda tetap sehat, mencegah infeksi, menangkal bakteri berbahaya bisa dihalau cairan pembersih tangan.
"Ketika Anda membunuh koloni bakteri baik di tangan Anda, itu juga menghancurkan mikrobioma usus Anda, yang memakan bakteri di kulit Anda," kata profesor bidang alergi dan imunologi di Rush University, Mahboobeh Mahdavinia seperti dikutip dari Livestrong, Jumat (22/8/2020).
"Mengubah mikrobioma dengan cara ini melemahkan sistem kekebalan Anda," imbuh dia.
Seiring waktu, hal ini dapat membuat Anda rentan terhadap bakteri yang dapat mengiritasi saluran pencernaan dan menyebabkan masalah perut.
Di sisi lain, cairan pembersih tangan gagal memusnahkan patogen penyebab diare Clostridium difficile (C. diff), norovirus dan Cryptosporidian, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC).
Cairan ini juga tidak bisa berbuat banyak saat tangan Anda sangat kotor atau berminyak, juga tidak dapat menghilangkan bahan kimia berbahaya, seperti pestisida.
"Saya merekomendasikan penggunaan pembersih tangan hanya di rumah sakit atau pengaturan klinis, atau upaya jaga kebersihan di antara mencuci tangan," ujar Internis di Summit Medical Group di Berkeley Heights, New Jersey, Soma Mandal.
Tangan Mengering
Hal lain yang perlu Anda pertimbangkan untuk menggunakan hand sanitizer sepanjang waktu, risiko tangan menjadi kering.
"Alkohol menghilangkan kelembapan kulit Anda, dan dengan penggunaan yang konsisten dapat menyebabkan kulit kering pecah-pecah dan bahkan eksim terutama pada anak-anak, karena kulit mereka sangat sensitif," kata Mahdavinia.
Alkohol bisa menyebabkan iritasi, dan membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi.
Untuk mengatasinya, oleskan pelembap setelah menggunakan pembersih tangan untuk menjaga hidrasi di dalam kulit Anda.
Mahdavinia merekomendasikan produk hipoalergenik untuk menciptakan lapisan pelindung yang kokoh pada kulit, seperti Cetaphil, Eucerin, atau Vaseline.
Kemudian, khusus untuk bayi, ada risiko hand sanitizer bisa menganggu perkembangan sistem imunnya.
Sebuah teori ilmiah populer yang disebut "hipotesis kebersihan" menyatakan, paparan patogen dan bakteri sangat penting untuk membantu bayi membangun kekebalan yang kuat dan berfungsi dengan baik.
Dalam lingkungan yang terlalu bersih, bayi tidak akan mendapatkan paparan kuman yang diperlukan untuk mendidik sistem kekebalan sehingga merespons terhadap organisme menular.
Tetapi, ini hanya hipotesis yang masih diperdebatkan, menurut Cleveland Clinic. Anda harus tetap menjaga kebiasaan menjaga kebersihan.
"Anda perlu membersihkan tangan Anda sebelum memegang bayi Anda, yakni mencuci tangan Anda menggunakan air dan sabun daripada menggunakan pembersih tangan," kata Mahdavinia.
Mikrobioma bayi masih terbentuk, jadi menyentuhnya saat ada alkohol atau residu di tangan Anda, justru akan membunuh kuman baik di kulit sang bayi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Roy Suryo dan Dokter Tifa menegaskan tetap melanjutkan perjuangan hukum setelah Kejari Jakarta Selatan memutuskan keduanya tidak ditahan.
PMI Sleman membuka pendaftaran khitan massal gratis hingga 28 Juni 2026. Peserta mendapat layanan sunat, obat, dan goodie bag.
Lionel Messi mencetak dua gol saat Argentina mengalahkan Austria 2-0 dan resmi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan 18 gol.
Pameran FSMR ISI Jogja di Galeri Pandeng tampilkan karya seni media rekam tentang realitas sosial dan dampak AI terhadap manusia.
Kasus Minyakita bau minyak tanah di Wonogiri diselidiki polisi. Berikut kronologi lengkap, mulai keluhan warga hingga uji sampel BPOM Solo.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 23 Juni 2026 dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 per perjalanan.