Rusia Akan Uji Klinis Vaksin Covid-19 kepada 40.000 Orang

Para peneliti di dunia tengah berlomba untuk menciptakan vaksin virus corona (Covid-19) yang efektif. - Euronews
21 Agustus 2020 13:27 WIB Mia Chitra Dinisari News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Rusia akan memulai uji klinis vaksin virus korona yang kontroversial pekan depan dengan melibatkan sedikitnya 40.000 orang.

Presiden Vladimir Putin mengatakan awal bulan ini bahwa Rusia telah menjadi negara pertama yang mendaftarkan vaksin virus corona, meskipun pengumuman itu ditanggapi dengan keraguan dari para ilmuwan dan Organisasi Kesehatan Dunia yang mengatakan masih memerlukan tinjauan keamanan yang ketat terkait vaksin itu.

Dana kekayaan kedaulatan Rusia, yang mendanai proyek vaksin itu, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa uji "imunogenisitas dan keamanan vaksin Sputnik V" akan dimulai minggu depan yang melibatkan lebih dari 40.000 orang.

Dikatakan bahwa tes tersebut setara dengan uji coba Fase 3 yang sedang dijalani vaksin lain.

Kirill Dmitriyev, kepala Dana Investasi Langsung Rusia mengatakan dalam pengarahan online bahwa vaksinasi kelompok berisiko, termasuk tenaga medis, juga akan dimulai minggu depan atas dasar sukarela.

Lebih dari 20 negara telah membuat permintaan untuk membeli lebih dari satu miliar dosis vaksin, katanya, seraya menambahkan bahwa Rusia memiliki perjanjian dengan beberapa negara untuk memproduksinya. 

Dia mengatakan vaksinasi massal di Rusia diharapkan dimulai pada Oktober dan pengiriman luar negeri pertama pada November atau Desember.

Vaksin yang dinamai berdasarkan satelit Soviet tahun 1950-an itu diumumkan dengan meriah di Rusia tetapi mendapat peringatan dari para ilmuwan Barat bahwa Moskow mungkin bergerak terlalu cepat. Dmitriyev mengatakan skeptisisme kini mulai berkurang.

“Kami melihat ada perubahan nada yang signifikan dari WHO. Awalnya ya, mereka tidak memiliki informasi yang cukup tentang vaksin Rusia, sekarang informasi resmi sudah dikirim dan mereka akan mengevaluasi,” katanya.

"Kami tidak melihat adanya hambatan bagi regulator individu untuk menyetujui vaksin Rusia tanpa persetujuan WHO." Tambahnya.

Rusia telah mendaftarkan lebih dari 942.000 infeksi virus korona yang dikonfirmasi pada Kamis, jumlah tertinggi keempat setelah Amerika Serikat, Brasil, dan India, dan mencatat lebih dari 16.000 kematian.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia