Rembang Tak Pasang Bendera Merah Putih, Gubernur Ganjar Langsung Klarifikasi ke Bupati

Gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowo. - Ist/Dok Pemprov Jateng
18 Agustus 2020 12:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SEMARANG- Sikap Pemerintah Kabupaten Rembang yang dianggap abai memasang bendera merah putih saat perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di alun-alun setempat, ditanggapi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

"Saya sudah kontak Bupati Rembang dan memang pemahamannya berbeda. Mereka mengakui kesalahannya yang abai soal itu, tapi akhirnya Pemkab Rembang memasang bendera merah putih di alun-alun Rembang sesaat sebelum detik-detik proklamasi," kata Ganjar saat ditemui di kantor Gubernur Jateng, Semarang, Selasa (18/8/2020).

Baca juga: Pekerja Menilai Subsidi Gaji Bisa Salah Sasaran karena Data Ketenagakerjaan Lemah

Gubernur mengungkapkan, dari komunikasi tersebut, Bupati Rembang mengatakan bahwa pusat perayaan dilakukan di kantor pemerintahan dan tidak menggelar keramaian di alun-alun.

"Padahal, alun-alun bukan hanya ruang terbuka saja, melainkan tempat kultural yang biasa digunakan tempat pertunjukan, tempat show dan lainnya. Maka ketika ada keramaian, apalagi 17 Agustus, kebiasaan pasang bendera di alun-alun itu ditunggu oleh masyarakat. Kalau tidak ada bendera yang dipasang kan aneh," ujarnya.

Seharusnya, lanjut Ganjar, pemerintah daerah semua paham tentang hal itu, apalagi semua kepala daerah sudah diperintahkan memasang bendera merah putih setiap hari selama bulan Agustus.

Baca juga: Bangga Indonesia, 7 Musisi Tanah Air Ini Bawakan Lagu Bertema Nasionalisme

"Mestinya kita semua mengerti itu, pemerintah harus peduli dan tidak boleh abai," katanya.

Sebelumnya diwartakan, ulama kharismatik KH Mustofa Bisri atau Gus Mus mengkritik Pemkab Rembang karena tidak memasang bendera merah putih di alun-alun pada 17 Agustus 2020.

Gus Mus menyampaikan kritik itu melalui video yang ramai tersebar di jejaring media sosial WhatsApp pada Senin (17/8).

Ganjar mengapresiasi langkah Gus Mus yang dengan tegas mengkritik pemerintah Rembang, karena menurutnya, pemerintah harus peduli dalam setiap kondisi, tidak boleh abai untuk tetap khidmat merayakan Hari Kemerdekaan RI.

"Ternyata, sensitifitas masyarakat luar biasa, dan itu direpresentasikan oleh seorang Gus Mus. Beliau peduli, mengingatkan, sebagai ulama menyampaikan itu. Iki pitulasan kok sepi, piye? (ini peringatan hari kemerdekaan kok sepi, gimana), gitu," katanya.

Ganjar menyebut kritik yang disampaikan Gus Mus tersebut menjadi koreksi dan evaluasi pemerintah agar tidak abai di kemudian hari, bahkan dirinya mengatakan bahwa Pemkab Rembang sudah mengakui kesalahan tidak memasang bendera merah putih di alun-alun saat perayaan Hari Kemerdekaan RI, meskipun kemudian memasangnya.

"Siapapun yang sudah berpartisipasi, saya menyampaikan terima kasih. Kejadian ini untuk menjadi koreksi agar tidak terjadi di kemudian hari," ujar Ganjar.

Sumber : Antara