Anak Amien Rais Cekcok dengan Wakil Ketua KPK di Pesawat, Garuda Indonesia Tegaskan Sikap

Ilustrasi pesawat terbang - Antara
14 Agustus 2020 13:27 WIB Rinaldi Mohammad Azka News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Direktur Utama Maskapai Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan sebab cekcok yang melibatkan anak Amien Rais, Mumtaz Rais, dengan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pamolango dalam penerbangan GA 643 Rute Gorontalo - Makassar - Jakarta pada Rabu (13/8/2020).

“Garuda Indonesia memastikan perusahaan berkomitmen untuk selalu menegakkan aturan keamanan dan keselamatan penerbangan secara ketat terhadap seluruh penumpang selama penerbangan,” kata Irfan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Peristiwa tersebut dipicu oleh salah satu penumpang di kelas bisnis yang kedapatan menggunakan telepon seluler ketika pesawat tengah boarding dari Gorontalo dan ketika pesawat tengah mengisi bahan bakar (refueling) sewaktu transit di Makassar.

BACA JUGA: Anak Amien Rais & Wakil Ketua KPK Ribut di Pesawat, Ini Penjelasan Polisi

Sesuai aturan keselamatan penerbangan, awak kabin telah tiga kali menyampaikan kepada penumpang tentang larangan menggunakan ponsel.

Namun demikian, salah satu penumpang tidak mengindahkan pemberitahuan tersebut dan malah menegus awak kabin yang bermaksud mengingatkan. Reaksi itu mengakibatkan penumpang lain yang juga duduk di kelas bisnis, yakni Wakil Ketua KPK Nawawi Pamolango, menegurnnya sehingga terjadi adu argumen antar penumpang.

Salah satu penumpang yang terlibat adu argumen kemudian melapor ke polisi. “Garuda Indonesia akan menghormati proses hukum yang berjalan, termasuk secara kooperatif akan memberikan informasi lebih lanjut bilamana dibutuhkan,” katanya.

BACA JUGA: Hari Ini Pengumuman SBMPTN, Kamu Harus Ketahui Hal-hal Ini Dulu...

Irfan memastikan akan memberikan dukungan penuh terhadap awak kabin yang mendapatkan perlakukan tidak menyenangkan, khususnya ketika berupaya menerapkan aturan keselamatan penerbangan terhadap penumpang.

Ia mengatakan Garuda Indonesia tidak akan menoleransi pihak-pihak yang kedapatan dengan sengaja melanggar aturan keselamatan penerbangan.

“Kami juga turut menyampaikan apresiasi kepada penumpang yang senantiasa mendukung penegakan aturan keselamatan penerbangan. Kami meyakini komitmen penerapan safety pada operasional penerbangan dapat berjalan dengan optimal dengan adanya dukungan dan peran serta seluruh penumpang dalam mematuhi aturan keselamatan penerbangan yang berlaku,” ujar Irfan.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia