BPJT Berusaha Tarik Minat Investor ke Proyek Tol

Ilustrasi - Foto udara pembangunan konstruksi jalan tol Padang - Sicincin di KM 25 Jalan Bypass, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, Senin (3/2/2020). Data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), pembangunan tol Padang - Sicincin yang dimulai sejak 2018 sepanjang 30 kilometer menyambungkan Sumbar-Riau itu, progres fisiknya baru mencapai 13,85 persen dan lahan bebas sebesar 13,61 persen dengan target selesai pada Desember 2021. ANTARA FOTO - Iggoy el Fitra
12 Agustus 2020 01:17 WIB Arif Gunawan News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR menyiapkan sejumlah strategi guna menarik minat pebisnis agar mau menanamkan modalnya ke proyek jalan bebas hambatan.

Kepala BPJT Danang Parikesit menyebutkan strategi yang diterapkan oleh pihaknya di Kementerian PUPR misalnya dengan memberikan informasi awal ke calon investor melalui ajang Market Sounding.

"Dengan adanya Market Sounding, calon investor akan mendapatkan informasi awal terhadap jalan tol. BPJT juga telah menyediakan informasi terkait jalan tol yang tertera di website BPJT," ujarnya kepada JIBI/Bisnis Selasa (11/8/2020).

BACA JUGA : Dua Bangunan Cagar Budaya Limasan di Sleman Terancam 

Danang menjelaskan pihaknya juga memberikan kemudahan investasi pada investor terkait penyederhanaan peraturan perundangan, yang berhubungan dengan investasi dalam Pengusahaan Jalan Tol di Tanah Air.

Sebelumnya Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) menyambut baik kehadiran para investor di bisnis jalan tol Tanah Air. Sekretaris Jenderal Asosiasi Jalan Tol Indonesia Krist Ade Sudiyono menyatakan pihaknya berharap para investor baru, termasuk yang akan menggarap proyek tol baru di Provinsi Bali, akan bekerja sama mengembangkan industri jalan tol.

BACA JUGA : Belum Dipatok, Harga Tanah Jalur Tol Jogja-solo Sudah 

"Kami berharap investor baru ini akan bersama sama mengembangkan industri jalan tol yang secara nature bisnisnya bersifat jangka panjang," ujarnya kepada Bisnis, Senin (10/8/2020).

Ade mengaku saat ini industri jalan tol nasional masih memerlukan partisipasi investor swasta, karena terbatasnya anggaran pemerintah. Guna menarik partisipasi sektor swasta pada pembangunan infrastruktur tol, pihaknya berharap semua pihak terus menjaga iklim investasi yang baik.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia