Tak Ingin Tambah Klaster Kantor, Pemkot Jakarta Barat Rapid Test 2.000 Pegawainya

Petugas Dinas Kesehatan Kota Jogja meneliti sampel darah para pedagang dalam tes cepat atau Rapid Diagnostic Test (RDT) Covid-19 di Pasar Beringharjo, Jogja, Rabu (03/06/2020). - Harian Jogja/Desi Suryanto
28 Juli 2020 13:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Akhir-akhir ini klaster perkantoran tengah menjadi momok kasus Covid-19 di Indonesia. Pemerintah Kota Jakarta Barat khawatir akan kemunculan klaster penyakit mematikan itu di lingkungan kantornya. Untuk mencegah penlaran, dilakukan rapid test atau tes cepat massal pada para pegawai di Pemkot.

Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi mengatakan pihaknya sudah melakukan 2.000 rapid test sejauh ini. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap sampai Senin (28/7/2020) kemarin.

"Makanya kemaren kita rapid kan. Ada hampir 2.000 pegawai," ujar Rustam di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (28/7/2020).

Rustam menyebut seluruh pegawai yang dites itu merupakan para pegawai dari PNS, honorer, hingga staf.

Seluruhnya bekerja di kantor pemerintahan berbagai tingkat dari Kelurahan, Kecamatan, hingga Kantor Wali Kota.

Baca Juga: Kasus Covid-19: Indonesia hingga Jepang Bermunculan Klaster Kantor

"2000 pegawai di kantor wali kota, kantor Camat, kantor Lurah, kantor BPN, kantor Kejaksaan. Semua kita rapid," tuturnya.

Hasilnya, kata Rustam, ada 4 orang yang dinyatakan reaktif. Selanjutnya keempat orang itu melakukan swab test dan didapati hanya satu yang positif.

"Reaktif ada empat, kemudian satu positif sudah kita urus," pungkasnya.

Sumber : suara.com