Kasus Covid-19: Indonesia hingga Jepang Bermunculan Klaster Kantor

Ilustrasi. - Freepik
28 Juli 2020 09:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Klaster perkantoran semakin menambah daftar panjang kasus Covid-19 di Tanah Air. Di Ibu Kota, DKI Jakarta sendiri, sektor tersebut menyumbang ratusan pasien baru. Mereka adalah kalangan pegawai. 

Berdasarkan data dari Satgas Penanganan Covid-19 yang diterima Suara.com--jaringan Harianjogja.com, terhitung sudah ada 375 pegawai dari 59 kantor di Jakarta yang terpapar corona. Kantor-kantor ini berasal dari berbagai instansi, mulai kementerian, kepolisian, swasta, hingga Pemprov DKI.

Kementerian Keuangan dan Kemendikbud menyumbang angka terbanyak dengan total masing-masing 25 dan 22 kasus. Sementara dari kalangan Pemprov DKI, 23 pegawai Sudin KPKP Jakut dinyatakan positif menjadi yang paling banyak.

Secara keseluruhan, BUMN Antam menjadi yang paling banyak menyumbang angka positif corona dari kalangan pegawai di Jakarta dengan 68 kasus.

Baca Juga: Cegah Klaster Baru Muncul, Pemkab Gelar Uji Swab di Sejumlah Pesantren

Kepala bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia, membenarkan data tersebut. Menurutnya data ini dikumpulkan dengan tujuan meningkatkan kewaspadaan para pegawai akan virus corona.

"Ya [data itu benar]. Agar menjadi kewaspadaan kita bersama agar taat protokol kesehatan di kantor dan di luar kantor," ujar Dwi saat dikonfirmasi, Senin (27/7/2020).

Mengenai temuan ini, Dwi mengatakan pihaknya sudah melakukan tindak lanjut dengan melacak dan menelusuri kontak para pasien positif. Selain itu kantor-kantor itu sudah ditutup sementara untuk disterilisasi.

"Untuk kantor dilakukan desinfeksi di area yang bisa berpotensi risiko penularan," katanya.

Tidak hanya di Indonesia, klaster perkantoran juga muncul di di Tokyo, Jepang.

Mengutip Bisnis.com--jaringan yang dilansir dari Channel News Asia, kasus di Tokyo meningkat drastis sebanyak 55 kasus pada Rabu (24/6/2020) yang mana klaster perkantoran menjadi penyumbang terbanyak kasus tersebut. 

Kota metropolitan Tokyo dengan populasi sebesar 14 juta itu sempat berhasil menjaga kasus baru di bawah 20 kasus sehingga mencabut keadaan darurat pada 25 Mei.

Tokyo mengatakan akan memberlakukan kembali pembatasan jika terjadi penambahan kasus baru hingga 50 atau lebih. Gubernur Tokyo Yuriko Koike telah memperingatkan adanya klaster baru dari perkantoran yang menambah tujuh kasus baru.

"Klaster di tempat kerja telah menjadi masalah besar akhir-akhir ini. Bisnis seperti restoran sedang mengambil langkah untuk membuat partisi dan semacamnya, tetapi sulit untuk membuat pencegahan seperti apa di kantor," kata Koike.

"Kasus terakhir memberi tahu kita bahwa kantor juga bisa menjadi kelompok, jadi kami ingin semua orang berpikir lagi tentang seperti apa bentuk normal baru untuk tempat kerja," lanjutnya.

NHK melaporkan, pemerintah Tokyo mengumumkan terdapat 48 kasus baru per 25 Juni 2020. Jumlah masyarakat di Tokyo yang telah dites positif sekarang berada pada angka 5.943.

Sumber : Suara, Bisnis, Channel News Asia