Advertisement
Indonesia Bakal Punya Vaksin Covid-19 Tahun Depan
Ilustrasi - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA -- Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman menargetkan vaksin yang diberi nama Merah Putih ini dapat diedarkan secara masal di akhir 2021 untuk menjinakkan Covid-19.
Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Prof Amin Soebandrio menjelaskan pihaknya akan melakukan pengembangan vaksin protein rekombinan yang akan menjadi produk mandiri Indonesia sebagai vaksin Covid-19 berdasarkan virus SARS-CoV-2 yang beredar. Dia cukup optimistis hasil pengembangan bibit vaksin Covid-19 bisa selesai pada kuartal I/2020.
Advertisement
“Pertama saya ingin klarifikasi bahwa yang akan terjadi pada Februari atau Maret 2021 adalah lembaga Eijkman akan menyerahkan bibit vaksin kepada industri untuk dilanjutkan ke uji klinik fase 1—3 dan itu akan berlangsung 6—9 bulan. Setelah melalui proses uji klinik tadi baru industri baru bisa mendapatkan izin edar dan vaksin dapat diproduksi secara masal,” tuturnya saat dihubungi Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, Rabu (15/7/2020)
Adapun industri yang dimaksudkan oleh Amin adalah PT Bio Farma (Persero). Dia menjelaskan bahwa tahapan baru masuk pengujian atau masuk tahap percobaan terhadap hewan.
“Jadi, ketika lembaga Eijkman memberikan bibit kepada Industri (Biofarma) itu baru di fase pre-klinik, di mana kami sudah menyelesaikan pada hewan coba,” tuturnya.
Selain itu, dia mengatakan bahwa pihaknya juga telah berhasil menetralisasi plasma yang diambil dari pasien yang pulih dari Covid-19. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah antibodi cocok dengan vaksin atau tidak.
“Ketika sudah menyelesaikan uji klinik fase 1—3, yang salah satu dari tahap tersebut adalah uji pada manusia, maka industri (Biofarma) akan mendaftarkan ke badan BPOM [Badan Pengawas Obat dan Makanan]. Kemudian, ke sertifikat halal dan sebagainya maka itu akan diserahkan ke kementerian kesehatan, karena pelaksanaan vaksinasi adalah [tugas] mereka,” terangnya.
Dia menjelaskan bahwa dalam rangka mendukung pengembangan vaksin corona, BPOM telah memperkuat laboratorium untuk mendukung pengujian spesimen dengan PCR (polymerase chain reaction). Mereka juga telah membentuk satuan tugas untuk pengembangan fitofarmaka dan pemanfaatan produk biologi.
BPOM telah mengambil peran untuk percepatan izin edar dan pelulusan produk sebagai obat dan vaksin, sehingga proses pengembangan obat dan izin edar dapat lebih cepat dilakukan. Tentu saja, pihak BPOM juga ikut mendampingi dalam beberapa uji klinik obat dan vaksin tersebut untuk pemenuhan syarat sertifikasi dan registrasi.
Dia menambahkan bahwa ketika vaksin ini rampung dan telah memiliki izin edar, maka mekanisme distribusi dari vaksin tersebut akan ditanggung oleh pemerintah.
“Vaksin ini tentu sesuai dengan kaidah berlaku, karena vaksin ini adalah untuk pandemi, maka tentunya akan dibiayai oleh pemerintah, tetapi tidak menutup kemungkinan bila ada pihak swasta yang akan ikut membiayai,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jadwal SIM Keliling Jogja Hari Ini Kamis 26 Maret 2026 Terbaru
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Perpanjang SIM Lebih Mudah, Ini Jadwal SIM Keliling Polda DIY
- Cek Rute Trans Jogja dan Tarif Nontunai Terbaru 2026
- SIM Keliling Bantul 25 Maret 2026, Cek Biaya dan Layanan
- Top Ten News Harianjogja.com, Rabu 25 Maret 2026, Puncak Arus Balik
- Perpanjang SIM di Jogja Kini Lebih Fleksibel, Cek Lokasi
- Mau ke Bandara YIA? Ini Jadwal DAMRI dari Jogja-Sleman
- SIM Keliling Kulonprogo 25 Maret 2026, Ini Jadwalnya
Advertisement
Advertisement







