Komdigi Perkuat Akses Layanan Digital untuk Penyandang Disabilitas
Wamenkomdigi Nezar Patria menegaskan layanan digital pemerintah wajib ramah disabilitas agar seluruh warga mendapat akses informasi publik.
Ilustrasi kapal tenggelam./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA--KRI Teluk Jakarta-541 tenggelam pada kedalaman sekitar 90 meter di Perairan Timur Laut Pulau Kangean, Jawa Timur, Selasa (14/7/2020). Kapal tersebut tenggelam karena mengalami kebocoran saat melaksanakan operasi dukungan laut pergeseran logistik ke wilayah timur.
Kepala Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI M Zaenal menyatakan musibah itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Gelombang laut di sekitar lokasi saat kejadian antara 2,5 meter sampai dengan empat meter.
"Seluruh ABK sejumlah 55 orang dalam keadaan selamat," katanya.
BACA JUGA : Kapal Vietnam Tabrak KRI TPD TNI AL di Natuna
Sebanyak 54 anak buah kapal (ABK) diselamatkan KM Tanto Sejahtera yang sedang berlayar di posisi 5 mil laut dari lokasi kejadian, sedangkan satu ABK lainnya ditolong KM Dobonsolo milik PT Pelni (Persero).
Saat ini KRI RE Martadinata-331 sedang berada di posisi KM Tanto Sejahtera menunggu cuaca baik melaksanakan transfer ABK, untuk selanjutnya akan dibawa ke Surabaya.
BACA JUGA : Basarnas : Kemungkinan Banyak Korban Terjebak di Bangkai
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Wamenkomdigi Nezar Patria menegaskan layanan digital pemerintah wajib ramah disabilitas agar seluruh warga mendapat akses informasi publik.
Pemkot Magelang menata kawasan Taman Kyai Langgeng untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung dan mendukung pelaku UMKM tanpa penggusuran.
DIY memperkuat pelaku industri batik melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi untuk menjaga warisan dunia UNESCO dan pasar global.
Mahasiswa di Kota Jogja kehilangan motor Honda CBR 150 di rumah kos saat menghadiri kondangan. Polisi masih memburu dua pelaku yang terekam CCTV.
Kejaksaan Agung resmi menahan Don Ritto dalam kasus dugaan korupsi dan TPPU PT Asabri usai pelimpahan perkara dari Polri.
Lima mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma mengembangkan inovasi layanan konseling berbasis Virtual Reality (VR)