Kasus Covid-19 Dunia Capai 13 Juta Lebih, WHO Sebut Tidak Ada Kata Normal

Direktur Jenderal World Health Organization (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers COVID-19 di Jenewa, Swiss, Senin (2/3/2020). - Bloomberg/Stefan Wermuth
14 Juli 2020 09:17 WIB Amanda Kusumawardhani News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan Covid-19 kemungkinan tidak akan menghilang dengan cepat dan sangat tidak realistis jika mengharapkan vaksin bakal tersedia dalam waktu dekat.

“Semua tidak akan kembali ke normal yang lama di masa mendatang,” kata Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dikutip Bloomberg, Senin (13/7/2020).

Menurutnya, sangat tidak realistis jika mengharapkan vaksin yang sempurna bakal dapat diakses oleh masyarakat dalam jangka pendek.

BACA JUGA : Rekor Global, WHO: Dalam 24 Jam Melonjak 230.370 Kasus

Berdasarkan data Johns Hopkins University, Selasa (14/7/2020), jumlah kasus global telah melampui 13 juta orang dengan jumlah kematian melebihi 570.000. Amerika Serikat masih memimpin jumlah kasus terbanyak mencapai 3,4 juta, atau tumbuh 2 persen dari hari sebelumnya.

Setelah AS, posisi kedua ditempati oleh Brazil dengan jumlah kasus sebanyak 1,9 juta, India 878.254, Rusia 732.547, dan Peru 330.123.

Sementara itu, Kepala Kedaruratan WHO Mike Ryan mengungkapkan beberapa tempat di Amerika Serikat mungkin memerlukan "penguncian terbatas. Alasannya karena di area tertentu transmisi sudah di luar kendali.

BACA JUGA : Update Corona Global, di AS Bertambah 37.370 Kasus Positif

Oleh karena itu dia mendesak negara-negara untuk tidak membuka sekolah dulu dan fasilitas pendidikan baru bisa dibuka kalau virus telah berhasil ditekan. Dia juga mengingatkan agar soal pembukaan sekolah tidak dipolitisasi.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia