Potensi Penularan Corona di Asrama Pendidikan Jadi Perhatian Pemerintah

Presiden Joko Widodo bersiap memimpin rapat terbatas (ratas) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7 - 2020). Hafidz Mubarak A
13 Juli 2020 16:07 WIB Muhammad Khadafi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kasus penularan virus Corona (Covid-19) di asrama pendidikan tengah menjadi perhatian pemerintah.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, Presiden Jokowi juga berpesan kepada jajarannya untuk menjaga penularan Covid-19 pada kegiatan pendidikan berbasis asrama. Hal itu dilakukan menyusul adanya kasus penularan di asrama pendidikan militer yaitu Sekolah Calon Perwira (Secapa) di kota Bandung dan Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom) Kodiklat TNI AD di Cimahi, Jawa Barat.

“Ini juga diingatkan semua boarding school termasuk pesantren untuk hati-hati, sekali lagi hati-hati dalam menyelenggarakan kegiatan pendidikan berbasis asrama, karena kalau ada satu orang saja yang terpapar maka potensi terpapar yang lain pun sangat tinggi,” kata Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo usai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi, Senin (13/7/2020). 

Seperti diketahui, 1.280 orang di lingkungan Secapa AD dinyatakan positif Covid-19. Sebanyak 991 orang di antaranya adalah perwira siswa, 289 staf dan anggota keluarga Secapa AD.

Selain itu, Pusdikpom Kodiklat TNI AD di Cimahi juga melaporkan sekitar 100 personil positif Covid-19. Di antaranya, sebanyak 74 siswa dan 25 anggota yang berdinas di Pusdikpom AD. Mereka terkonfirmasi positif setelah adanya tes swab tahap pertama.

Adapun, klaster Secapa AD Bandung menjadi pemicu lonjakan penambahan kasus per hari pada Kamis (9/7/2020). Sekolah militer tersebut menyumbang 48 persen dari total nasional.

Sementara itu, berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19, sejak 8 Juli hingga 12 Juli 2020, penambahan kasus Covid-19 per hari lebih dari 1.500 orang. Bahkan, kasus positif Covid-19 sempat menembus rekor tertinggi yaitu 2.657 orang pada 9 Juli 2020.

Pada periode yang sama pasien Covid-19 yang meninggal dunia per hari merangkak naik dalam 5 hari terakhir. Pada 8 Juli hingga 12 Juli, pasien yang meninggal dunia secara berurutan, 50 orang, 58 orang, 52 orang, 66 orang, dan 71 orang.

Namun, berita baiknya jumlah kasus sembuh per hari juga sedikit naik dari rata-rata 5 hari sebelumnya. Secara berurutan, dalam lima hari terakhir sejak 8 Juli 2020, jumlah kasus sembuh per hari sebanyak, 800 orang, 1.066 orang, 878 orang, 1.190 orang, dan 919 orang.

Sumber : Bisnis.com