Rasio Kematian akibat Covid-19 di Indonesia Lampaui Rata-Rata Global

Kerabat menyaksikan para penggali berpakaian pelindung mengubur peti jenazah seorang pria, yang meninggal dunia akibat Covid-19 di pemakaman Vila Formosa, pemakaman terbesar di Brasil, di Sao Paulo, Brasil, Rabu (13/5/2020). - Antara/Reuters
06 Juli 2020 20:27 WIB Nyoman Ary Wahyudi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menuturkan persentase pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia di Indonesia terbilang tinggi dibandingkan dengan rata-rata kematian Covid-19 secara global.

“Kalau kita bandingkan dengan angka kematian secara global memang angka kita masih di atas rata-rata global. Kita masih berada di kisaran 5,0 persen sementara angka global berada di 4,47 persen,” kata Yuri saat memberi keterangan pers di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, pada Senin (6/7/2020).

Kendati demikian, Yuri menerangkan, angka itu masih bergerak dinamis yang ditandai dengan kemampuan Gugus Tugas malakukan penelusuran kontak dan perawatan pasien terinfeksi Covid-19.

“Dengan semakin banyak kita temukan kasus baru yang kemudian mampu kita isolasi dan rawat dengan baik akan barang tentu angka kematian dan persentasenya menjadi turun,” kata dia.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat penambahan kasus baru pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia bertambah 1.209 orang, sehingga total pasien terkonfirmasi Covid-19 menjadi 64.958 kasus. 

Sementara itu, jumlah pasien sembuh bertambah 814 orang, sehingga totalnya menjadi 29.919 orang.

Di sisi lain, jumlah pasien Covid-19 yang meninggal bertambah 70 orang, menjadi 3.241 orang.

"Kalau kita rinci lebih lanjut, ini gambaran rata-rata seluruh Indonesia tapi tidak berarti seluruh provinsi mengalami hal yang sama. Kita lihat yang melaporkan kasus cukup tinggi pada hari ini," kata dia.

Jika dirinci, tiga provinsi yang menjadi penyumbang terbesar terhadap penambahan kasus adalah Provinsi Jawa Timur 308 kasus, DKI Jakarta 232 kasus, dan Jawa Tengah 127 kasus. 

Yuri menyebut, jumlah spesimen yang diperiksa mencapai 12.756 spesimen sehingga total kumulatif pemeriksaan 928.238 spesimen pada periode yang sama. 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia