Gugus Tugas: Mayoritas Kasus Positif Terbaru Adalah OTG, Tak Masuk RS

Petugas Dinas Kesehatan Kota Jogja meneliti sampel darah para pedagang dalam tes cepat atau Rapid Diagnostic Test (RDT) Covid-19 di Pasar Beringharjo, Jogja, Rabu (03/06/2020). - Harian Jogja/Desi Suryanto
05 Juli 2020 21:27 WIB Aziz Rahardyan News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -- Mayoritas pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada Minggu (5/7/2020) berasal dari pelacakan atau penelusuran.

Juru Bicara Pemerintah untuk Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menyebut kebanyakan pasien positif merupakan orang tanpa gejala (OTG) sehingga tidak semua pasien yang terkonfirmasi dirawat di rumah sakit.

Baca juga: Bus Jurusan Bantul-Bandara YIA Beroperasi, Tarif Rp6.500

"Sebagian besar kita dapatkan dari hasil contact tracing terhadap kasus yang kita rawat di RS, kemudian dilakukan tracing kepada orang yang kita duga tertular karena kontak erat dengan kasus positif yang kita rawat, dan kita lakukan pemeriksaan secara masif baik dengan real time PCR ataupun tes cepat," jelasnya, katanya, MInggu (5/7/2020).

Yuri mengemukakan langkah yang paling tepat untuk menangani kasus ini adalah melaksanakan isolasi secara mandiri dengan ketat. Namun, jika upaya isolasi mandiri ini tidk dilakukan dengan baik, katanya, justru ini akan menjadi sumber penularan baru di tengah masyarakat.

Baca juga: 8.582 Pedagang di Bantul Telah Jalani Rapid Test, Ini Hasilnya

Adapun, penambahan kasus baru pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia bertambah 1.607 orang, sehingga total pasien terkonfirmasi Covid-19 menjadi 63.749 kasus pada Minggu (5/7/2020).  

Sementara itu, jumlah pasien sembuh bertambah 886 orang, sehingga totalnya menjadi 29.105 orang. Jumlah pasien Covid-19 yang meninggal tercatat bertambah 82 orang, menjadi 3.171 orang.

 

Sumber : Bisnis.com