PTSL Kabupaten Temanggung: 10.339 Bidang Selesai, 659 Masih Diproses
PTSL Temanggung 2026 mencapai 94 persen. Sebanyak 10.339 bidang tanah selesai, sementara 659 bidang masih dalam proses penyelesaian.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Penyandang disabilitas laring semakin rentan terdampak Covid-19 karena fasilitas sarana dan prasarana yang belum memadai.
"Selain itu, penyandang disabilitas laring juga mengalami diskriminasi kerja dan rentan di-PHK serta belum mendapat perhatian yang memadai dari pemerintah," kata Koordinator dan instruktur pelatih Perhimpunan Wicara Esofagus Indonesia Helena Liswardi dalam sebuah seminar daring yang diadakan Koalisi Nasional Masyarakat Sipil untuk Pengendalian Tembakau yang diikuti di Jakarta, Jumat (3/7/2020).
Helena mengatakan terdapat beberapa masalah yang dihadapi para penyandang disabilitas laring setelah pandemi Covid-19 melanda Indonesia, misalnya panduan yang minim dalam menghadapi Covid-19 dan tidak ada masker khusus leher bagi disabilitas laring.
Selain itu, karena terdapat pembatasan layanan di rumah sakit, jadwal pengobatan dan pemeriksaan para penyandang disabilitas juga terganggu dan mereka sulit mendapatkan rujukan.
"Penyandang disabilitas laring juga tidak mendapatkan pendapatan atau pendapatannya menurun, ada yang belum mendapatkan bantuan sosial, dan latihan terapi wicaranya terhambat," tuturnya.
Disabilitas laring terjadi ketika kotak suara yang mengandung pita suara diangkat akibat kanker laring yang biasanya terjadi karena perilaku merokok. Operasi pengangkatan kotak suara tersebut meninggalkan lubang di bagian leher.
Karena kotak suara diangkat, maka penyandang disabilitas laring mengalami gangguan wicara. Untuk dapat berbicara, penyandang disabilitas laring menggunakan esofagus untuk mengeluarkan suara melalui lubang yang ada di lehernya.
Biasanya perlu latihan dengan bimbingan terapis agar penyandang disabilitas laring bisa berbicara menggunakan esofagus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PTSL Temanggung 2026 mencapai 94 persen. Sebanyak 10.339 bidang tanah selesai, sementara 659 bidang masih dalam proses penyelesaian.
Bandara Ahmad Yani Semarang memanfaatkan PLTS 100 kWp. Selama Januari-Juni, panel surya menghasilkan 63.800 kWh untuk kebutuhan listrik.
Batu sengaja diletakkan di rel Tulungagung hingga mengganggu dua perjalanan kereta. KAI mengingatkan ancaman pidana maksimal 15 tahun.
Parkir wisata Jogja diusulkan terpusat lewat QRIS untuk mencegah pungli sekaligus memberi kepastian tarif bagi wisatawan.
Nusa Penida menerapkan Smart Microgrid yang mengintegrasikan PLTS, BESS, dan PLTD untuk mengoptimalkan energi terbarukan.
Kredit perbankan tumbuh 13,58% pada Juli 2026, lebih cepat dari DPK 11,21% dan berpotensi menekan biaya dana serta NIM.