Efek Waisak 2026: Ekonomi Magelang Melejit, Homestay Laris
Perayaan Waisak di Borobudur dorong ekonomi Magelang. Hotel penuh, homestay laris, UMKM panen untung.
Foto ilustrasi pemakaman jenazah dengan standar Covid-19./Ist-FOTO ANTARA
Harianjogja.com, SURABAYA - Peristiwa tertukarnya jenazah terjadi di Kota Surabaya belum lama ini. Peristiwa itu membuat sang anak berinisial S menangis.
Diketahui, jenazah sang ayah ternyata tertukar dengan jasad lain yang diketahui merupakan Warga Wonocolo Pabrik Kulit, Surabaya. Rencananya jenazah akan dikuburkan di Pemakaman daerah Pagesangan Kecamatan Jambangan Kota Surabaya
S meronta tak kuasa menahan tangis dan meminta pihak rumah sakit bertanggung jawab atas kekeliruan pengiriman jenazah. Sayangnya, S enggan berkomentar saat diminta konfirmasi atas kejadian tersebut.
Sementara itu, sepupu S, Amir Mahmud, 53 menceritakan, baru mengetahui jika jenazah pamannya tertukar setelah melihat surat yang diberikan pihak rumah sakit.
Menurut Amir, almarhum sebelumnya dinyatakan meninggal setelah menjalani perawatan kurang lebih satu jam karena sakit jantung di Rumah Sakit Islam (RSI) Wonokromo.
"Ketika jenazah datang dengan mobil ambulans, ada surat yang diberikan. Ketika saya baca, saya kaget karena nama dan jenis kelamin tidak sesuai," jelas Amir pada Rabu (24/6/2020).
Sementara warga yang ikut memakamkan, Edy menjelaskan, setelah adanya surat yang menunjukkan kesalahan nama dan jenis kelamin jenazah, dirinya langsung mengecek nama yang tertera di peti jenazah.
"Ternyata benar, di peti jenazah tertera nama seorang perempuan," terangnya.
Kini, jenazah almarhum telah disemayamkan di pemakaman Jambangan Surabaya.
Kabar tertukarnya jenazah itu sebelumnya beredar dari sebuah video di media sosial (Medsos) melalui grup WhatsApp (WA) terkait adanya pengiriman jenazah tertukar. Informasi yang didapat Suara.com-jaringan Harianjogja.com, jenazah laki-laki yang akan dimakamkan di Pagesangan Surabaya, tertukar dengan jenazah perempuan yang beralamatkan di Wonocolo Pabrik Kulit, Surabaya.
Dari video yang beredar, petugas pemakaman tersebut diduga dari Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari Surabaya, mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Dalam video tersebut ada lima petugas yang siap memakamkan jenazah yang sudah berada di dalam peti dan dibungkus plastik yang diduga jenazah Covid-19.
Namun, karena ada kesalahan, pihak keluarga tidak mau menerima. Bahkan suara tangisan juga terdengan keras. Jenazah pun akhirnya dibawa kembali oleh petugas. Sementara, Humas RSI Jemursari Ibnu saat dikonfirmasi, tidak bisa memberikan penjelasan lebih jauh. Dia beralasan ada aturan tersendiri untuk memberikan penjelasan terakit hal tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Perayaan Waisak di Borobudur dorong ekonomi Magelang. Hotel penuh, homestay laris, UMKM panen untung.
Menteri PPPA Arifah Fauzi mengajak partai politik memperkuat kaderisasi perempuan guna meningkatkan keterwakilan politik perempuan di Indonesia.
Menpar Widiyanti memastikan kesiapan Candi Prambanan dan Stasiun Tugu Yogyakarta menghadapi lonjakan wisatawan saat libur sekolah 2026.
Pemerintah mulai menerapkan aturan baru DHE SDA pada 1 Juni 2026. Eksportir nonmigas wajib menempatkan 100% devisa hasil ekspor di dalam negeri.
Badan Gizi Nasional menghentikan sementara 11 dapur MBG di Magetan karena sistem IPAL dinilai belum memenuhi standar pengelolaan limbah.
Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo kian mengkhawatirkan. Lebih dari 900 kasus suspek dan 223 kematian dilaporkan.