Advertisement
Soal Pengurangan Mata Pelajaran, Begini Jawaban Kemendikbud
Ilustrasi-Sejumlah siswa mengikuti sosialisasi penggunaan masker di Sekolah Tunas Global, Depok, Jawa Barat, Selasa (3/3/2020). - ANTARA/Asprilla Dwi Adha
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Tahun ajaran baru akan dimulai di tengah Pandemi Corona. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menilai pengurangan mata pelajaran selama pembelajaran jarak jauh belum diperlukan.
Hal itu ditegaskan Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hamid Muhammad.
Advertisement
"Sampai sekarang diskusinya tidak sampai ke sana. Tunggu dulu apa yang dihasilkan Balitbang," ujar Hamid, Selasa (16/6/2020).
Yang jelas, lanjut Hamid, pembelajaran di TVRI sudah disederhanakan fokusnya kepada literasi, numerasi, dan pendidikan karakter.
Hal yang sama juga berlaku pada wacana penyusunan kurikulum darurat di masa pandemi Covid-19.
Hamid mengaku sudah menyampaikan hal itu kepada bagian Balitbang Kemendikbud agar ditindaklanjuti.
Seperti diketahui, banyak pihak menilai pembelajaran jarak jauh kurang efektif jika dilakukan melalui internet. Alhasil, pengurangan mata pelajaran dirasa perlu.
Merespons hal ini, Hamid mengakui pembelajaran daring masih terkendala soal akses internet, pulsa, dan gawai selama 3 bulan ini.
Selain itu, para guru juga masih menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan materi pembelajaran dengan perangkat.
"Sebagian murid jenuh dengan pembelajaran yang monoton. Untuk itu, diharapkan para guru memberikan pembelajaran yang variatif," tutur Hamid.
Pembelajaran jarak jauh tetap perlu dilakukan agar memenuhi hak belajar siswa dalam kondisi yang penuh tantangan. Faktor kesehatan dan keselamatan menjadi prioritas utama.
"Sepanjang anak-anak dapat layanan pendidikan, seminimal apa pun, harus kita jalani," ungkap Hamid.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak akan mengubah jadwal tahun ajaran baru 2020/2021 yang akan dimulai pada Juli 2020.
Pada waktu tersebut, sekolah boleh kembali dibuka, tetapi khusus untuk yang berada di zona hijau saja. Sekolah di zona kuning, oranye dan merah dilarang melaksanakan pembelajaran tatap muka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Skandal Haji Eks Menag Yaqut: Kode T0, Bayar Rp84 Juta Bisa Berangkat
- Gugatan Kalah, KPK Jebloskan Mantan Menag Yaqut ke Rutan Merah Putih
- Hashim Djojohadikusumo Akan Pimpin Satgas Pembiayaan Taman Nasional
- Kapal Thailand Diserang di Selat Hormuz hingga Terbakar
- Friderica Widyasari Sari Terpilih Ketua OJK 2026-2031
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Bus Sinar Jaya Rute Jogja-Parangtritis dan Baron, 12 Maret
- Arsenal Imbang Lawan Leverkusen, Arteta Kritik Finishing
- Gunungkidul Siaga Cuaca Ekstrem Saat Libur Lebaran
- Jadwal SIM Keliling di Bantul, Kamis 12 Maret 2026
- Jadwal SIM Keliling di Kota Jogja Kamis 12 Maret 2026, Cek Lokasinya
- Jadwal SIM Keliling Kulonprogo Kamis 12 Maret 2026
- Cek Jadwal SIM Keliling di Gunungkidul Hari Ini, Kamis 12 Maret 2026
Advertisement
Advertisement









