Profesor Harvard Klaim Satelit Rekam Kesibukan RS Wuhan

Ilustrasi-Sebuah foto yang dirilis oleh Rumah Sakit Pusat Wuhan menunjukkan staf medis yang merawat pasien di Rumah Sakit Pusat Wuhan melalui Weibo di Wuhan, China. Tidak diketahui tanggal pangambilan foto. - The Central Hospital of Wuhan via Weibo / via Reuters
11 Juni 2020 09:57 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Gambar satelit yang menyorot tempat parkir rumah sakit di Wuhan, China, menunjukkan bahwa virus Corona baru penyebab wabah Covid-19 yang berasal dari kota itu telah menyebar pada awal Agustus tahun lalu.

Sebuah studi baru dari Harvard Medical School, yang belum ditinjau oleh kalangan sejawat, menemukan "peningkatan dramatis dalam lalu lintas rumah sakit di luar lima rumah sakit besar Wuhan mulai terlihat akhir musim panas dan awal musim gugur 2019," ujar profesor AS dari Harvard Medical School dan penulis utama penelitian, John Brownstein seperti dikutip Dailymercury.com, Kamis (11/6/2020).

Brownstein mengatakan peningkatan lalu lintas juga "bertepatan dengan" peningkatan pencarian di mesin pencari China Baidu untuk "gejala-gejala tertentu yang nantinya akan ditentukan sebagai terkait erat dengan virus Corrona baru".

Meski tim mengakui bahwa bukti itu tidak langsung, Brownstein mengatakan penelitian ini membuat titik data baru yang penting dalam misteri asal usul Covid-19 dan penyakit itu diperkirakan berawal sejak November 2019.

Gambar satelit tempat parkir rumah sakit di Wuhan menunjukkan virus Corona beberapa bulan lebih awal dari perkiraan semula.

"Ada sesuatu yang terjadi pada bulan Oktober," kata Brownstein yang juga direktur Lab Epidemiologi Komputasi Medis.

Ada beberapa tingkat gangguan sosial yang terjadi jauh sebelum apa yang sebelumnya diidentifikasi sebagai awal pandemi virus Corona baru, katanya.

Pada saat masing-masing rumah sakit memiliki pengunjung "volume relatif tinggi pada musim gugur dan musim dingin 2019", lima dari enam rumah sakit menunjukkan "volume harian relatif tertinggi dari sampel yang dianalisa.

Hal itu juga bertepatan dengan peningkatan permintaan pencarian Baidu untuk istilah 'diare' dan 'batuk', menurut para peneliti dari Universitas Boston dan Rumah Sakit Anak Boston.

Sedangkkan CNN.com menulis bahwa penelitian itu ibarat “teka-teki rumit tentang apa yang terjadi pada saat itu".

"Data ini sangat menarik karena kami melihat peningkatan pada orang yang mencari penyakit gastrointestinal, semacam diare yang meningkat pada tingkat yang belum pernah terlihat sama sekali. Kita sekarang tahu bahwa gejala gastrointestinal adalah penanda yang sangat penting untuk Covid-19," kutip CNN.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia