Dari Hasil Survei, Istana Klaim Pemerintah Berhasil Tangani Covid-19

Presiden Joko Widodo memberikan amanat saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila secara virtual di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (1/6/2020). Upacara secara virtual itu dilakukan karena pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/BPMI Setpres - Handout
09 Juni 2020 00:57 WIB Muhammad Khadafi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah melalui juru bicara Presiden Joko Widodo Fadjroel Rachman mengklaim kepemimpinan Presiden Jokowi berhasil mengendalikan pandemi Covid-19. Klaim tersebut berdasarkan hasil survei dari Indikator.

Berdasarkan hasil survei Indikator, sekitar 8,7% responden menyatakan sangat puas terhadap kinerja Gugus Covid 19. Sementara itu, sebanyak 55,0% lainnya menyatakan cukup puas. Sisanya, sebanyak 24,0%  responden menyatakan kurang puas, sebanyak 1,9% tidak puas sama sekali, dan 10,4% tidak menjawab.

Fadroel mengatakan bahwa hal itu menunjukkan bahwa sistem responsif pandemi yang dibangun Presiden bekerja dalam menciptakan keamanan dalam dimensi kesehatan, sosial, dan ekonomi.

“Kepercayaan ini menjadi modal bagi presiden untuk terus bekerja keras membangun sistem responsif yang ditandai oleh transparansi, akuntabilitas dan kecepatan bertindak dalam penanganan Covid-19 untuk memasuki kenormalan baru,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (8/6/2020).

Presiden juga sangat berterima kasih, model pentahelix solidaritas sosial atau modal sosial yang berwujud gotong-royong kemanusiaan antara pemerintah, perguruan tinggi atau akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat berkontribusi positif dalam memutus, dan mengendalikan penyebaran Covid-19.

Namun, catatan-catatan dari masyarakat terkait dengan kebijakan yang belum ideal menjadi perhatian sangat serius Presiden, seperti program bantuan sosial yang masih belum terdistribusi secara tepat. Kunci jawaban masalah distribusi bantuan sosial ini adalah penguatan sistem responsif yang secara organisasi dilaksanakan oleh aparatur birokrasi pemerintahan dari pusat sampai daerah.

Presiden Jokowi terus berupaya melakukan reformasi birokrasi sejak awal periode pemerintahan. Akan tetapi, hal ini bergantung pada partisipasi publik. Oleh karena itu, Presiden mendorong partisipasi publik untuk reformasi birokrasi yang konstruktif dan berprinsip pada kepentingan umum.

Sementara itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat jumlah orang dalam pemantauan (ODP) terkait dengan Covid-19 pada Senin (8/6/2020) mencapai 38.791 orang, sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) jumlahnya 14.010 orang. Demikian disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto.

Gugus Tugas Covid-19 pada saat yang sama mencatat kasus positif Covid-19 bertambah 847 orang sehingga totalnya menjadi 32.033 orang. Selain itu, ada penambahan kasus meninggal sebanyak 32 orang. Dengan demikian, hingga saat ini sudah ada 1.883 orang yang meninggal akibat virus SARS-CoV-2 di Indonesia.

Pada sisi lain, ada penambahan sebanyak 403 pasien yang dinyatakan sembuh. Dengan begitu, total ada 10.904 pasien Covid-19 yang telah sembuh.

Sumber : bisnis.com