Advertisement
Ekonomi Indonesia Diprediksi Bisa Pulih Total Paling Cepat 2022
Presiden Joko Widodo memberikan amanat saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila secara virtual di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (1/6/2020). Upacara secara virtual itu dilakukan karena pandemi Covid-19./Antara-BPMI Setpres - Handout
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Pemulihan ekonomi Indonesia yang terpuruk akibat Covid-19 diperkirakan akan memakan waktu hingga dua tahun ke depan.
Ekonom Indef Bhima Yudhistira menuturkan upaya pemerintah masuk fase new normal ketika resiko pandemi masih tinggi secara nasional akan memperlambat pemulihan ekonomi.
Advertisement
"Khawatir kurva recovery-nya W karena ada ancaman gelombang kedua virus. Jadi tahun ini perkiraan ekonomi akan negatif," papar Bhima kepada Bisnis, Kamis (4/6/2020).
Sementara itu, pemulihan ekonomi pada 2021 akan bergantung pada kinerja pasar domestik yangg bertumpu pada perbaikan daya beli secara bertahap.
"Driver utama tetap di konsumsi rumah tangga," tambah Bhima. Sementara itu, kinerja ekspor harapannya ada rebound karena adanya pelonggaran lockdown.
Namun, pasar utama AS juga butuh waktu terkait situasi krisis politik. Pasalnya, Negeri Paman Sam tersebut akan mengadakan pemilihan Presiden pada November mendatang.
Adapun, Bhima melihat belanja pemerintah nampaknya belum bisa menjadi motor utama recovery karena stimulus terhadap PDB meskipun ditambah belum mencapai 10 persen.
Pemerintah pusat juga diperkirakan akan melalukan pemangkasan anggaran daerah seiring pelebaran defisit.
Dengan demikian, Bhima melihat pemulihan ekonomi secara menyeluruh baru akan bisa terealisasi paling cepat 2022.
"Kembali ke level sebelum pandemi paling cepat 2022," ujar Bhima.
Uji simulasi pandemi dengan model sistem dinamik yang dilakukan oleh peneliti Visi Teliti Saksama M. Widyar Rahman menunjukkan pandemi corona di Indonesia diperkirakan reda pada awal Juni 2020.
Jika wabah Covid-19 di Indonesia diperkirakan baru bisa mereda pada Juni 2020, maka pemulihan ekonomi Indonesia akan berjalan mulai semester II/2020 hingga akhir 2021.
“Tentunya proses pemulihan ekonomi akan membutuhkan waktu yang lebih panjang, setidaknya sampai akhir 2021,” kata Widyar, Senin (27/4/2020).
Menurut analisis Widyar, pandemi tidak akan bertahan bertahun-tahun di Indonesia. Melalui peran aktif seluruh warga negara, penurunan jumlah kasus Covid-19, seharusnya dapat lebih cepat dari perkiraan model tersebut.
Namun, hal ini tetap dipengaruhi oleh kebijakan yang diambil pemerintah dalam upaya menekan penyebarannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Aktivis KontraS Andrie Yunus Diserang Air Keras di Jakarta
- KPK Ungkap Pembagian Kuota Haji 2024 oleh Yaqut Cholil Qoumas
- Skandal Haji Eks Menag Yaqut: Kode T0, Bayar Rp84 Juta Bisa Berangkat
- Gugatan Kalah, KPK Jebloskan Mantan Menag Yaqut ke Rutan Merah Putih
- Hashim Djojohadikusumo Akan Pimpin Satgas Pembiayaan Taman Nasional
Advertisement
Buruh Rokok DIY Tolak Rencana Pemangkasan BLT Dana Bagi Hasil Cukai
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Konsumsi Pertamax Jateng-DIY Diprediksi Naik 29 Persen saat Lebaran
- Pemkot dan Polresta Jogja Perketat Pengamanan Libur Lebaran 2026
- LAZISMU PKU Muhammadiyah Salurkan THR untuk Dhuafa
- Waspada Leptospirosis Kelurahan Gowongan Edukasi Pengelola Sampah
- Kronologi Kantor Bank BPD DIY Wirobrajan Terbakar Malam Ini
- Skandal Haji Eks Menag Yaqut: Kode T0, Bayar Rp84 Juta Bisa Berangkat
- Jadwal KRL Jogja-Solo Lengkap untuk Jumat 13 Maret 2026
Advertisement
Advertisement








