Advertisement
Harapan Mensos untuk Pemuda di Hari Lahir Pancasila
Menteri Sosial Juliari Batubara saat berkunjung ke SMPN 1 Turi Sleman, Sabtu (22/2/2020). - Harian Jogja/Hery Setiawan
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA--Menteri Sosial Juliari Peter Batubara mengingatkan kaum muda untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
"Jangan sampai karena kita harus melek teknologi, lalu luntur nilai-nilai Pancasila kita, luntur nilai kegotongroyongan kita," katanya di Jakarta, Senin (1/6/2020), bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila.
Advertisement
"Jangan malah yang penting diri sendiri survive atau keluarga sendiri saja yang survive," ujarnya lagi.
Ia mengatakan, nilai-nilai luhur Pancasila harus selalu mewarnai kehidupan bangsa pada masa perkembangan cepat teknologi dan aliran informasi. Informasi yang tidak benar dan hoaks yang menimbulkan perpecahan tidak boleh dibiarkan.
"Ini antara lain kemajuan teknologi yang tentunya anak-anak muda sekarang sangat melek. Yang penting kemajuan itu jangan sampai melunturkan nilai luhur Pancasila kita," ujarnya.
"Ini hal-hal yang kelihatannya simpel, tapi apabila anak-anak muda sekarang bisa lakukan maka dampaknya sangat besar bagi kemajuan bangsa," politisi PDI Perjuangan itu menambahkan.
Menteri Sosial juga mengemukakan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini merupakan momentum untuk kembali pada falsafah Pancasila, untuk hidup bersama, bergotong royong, dan mempererat persatuan guna memerangi Covid-19.
Ia yakin bangsa Indonesia bisa memenangi perang melawan Covid-19 bila berpegang pada nilai-nilai Pancasila, yang antara lain bisa diterapkan dengan disiplin mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus.
"Jadi mulai dari diri kita, kemudian keluarga kita dan lingkungan kita. Dengan kita mulai dari diri kita sendiri, tentunya ini akan berkontribusi sangat baik terhadap keberhasilan kita dalam menghadapi atau menanggulangi Covid-19 ini," katanya.
Dia juga mengemukakan pentingnya saling bantu untuk meringankan beban warga yang kehidupannya menjadi sulit akibat pandemi Covid-19.
"Jadi ini adalah cara dari kegotongroyongan kita. Saya kira ini wujud nyata yang konkret dari nilai Pancasila, nilai gotong royong yang bisa sangat relevan kita terapkan di tengah-tengah pandemi ini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- DPR Desak SKB Tiga Menteri Atasi 11 Juta PBI BPJS Nonaktif
- Gempa Donggala M4,1 Guncang Sulteng, BMKG Ungkap Penyebabnya
- Pendaftaran Calon Pimpinan OJK Dibuka, Begini Tahapan dan Syaratnya
- DKPP Pecat Tiga Anggota KPU karena Pelanggaran Kode Etik
- KPK Ungkap Alasan Negara Bisa Menyuap Negara di Kasus PN Depok
Advertisement
Pelantikan Kadin Sleman, Pemkab Siap Berkolaborasi Bangun Investasi
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Jelang Ramadan 2026, Sleman Diprediksi Surplus Cabai dan Daging
- Vlogger Filipina Tewas Seusai Makan Kepiting Setan Saat Mukbang
- Pecco Bagnaia Jadi Ancaman Serius Marc Marquez di MotoGP 2026
- Igor Tudor Jadi Manajer Interim Tottenham Hotspur hingga Juni 2026
- Toyota Kijang Innova Jadi Mobil Terlaris Januari 2026, Geser BYD Atto
- Dusan Vlahovic Jadi Pemain Bergaji Tertinggi Serie A
- Program Makan Bergizi Pemkab Gunungkidul Serap Ratusan Tenaga Kerja
Advertisement
Advertisement







