Pabrik Mobil Nissan di Indonesia Akan Ditutup

Logo Renault dan Nissan tampak di depan dealer perusahaan di Reims, Prancis, 9 Jul 2019. REUTERS - Christian Hartmann
29 Mei 2020 15:07 WIB Aprianto Cahyo Nugroho News Share :

Harianjogja.com, JAKARTAProdusen mobil Jepang, Nissan Motors Co, mengonfirmasi rencana penutupan pabrik mobil di Spanyol dan Indonesia dalam rangka efisiensi global.

CEO Nissan Makoto Uchida mengatakan pada hari Kamis (28/5/2020) bahwa produksi di Eropa akan dipusatkan di pabrik Inggris di Sunderland. Adapun produksi dari Indonesia akan dialihkan ke Thailand. Perusahaan juga memangkas target utilitas produksi global hingga 20%.

Nissan melaporkan kerugian 671,2 miliar yen (US$6,2 miliar) untuk tahun fiskal yang berakhir pada Maret. Ini merupakan kerugian tahunan pertama sejak 2009, setelah dilanda krisis keuangan global. Dikatakan produksi kendaraan global turun 62 persen pada April dari tahun sebelumnya menjadi 150.388 kendaraan. Sementara itu, penjualan kendaraan global merosot hampir 42% bulan lalu.

"Masa depan masih belum jelas dan sangat sulit untuk diprediksi," kata Uchida, seperti dikutip ABC News.

Uchida mengakui Nissan belum bisa memberikan proyeksi keuangan untuk tahun fiskal saat ini, namun menjanjikan proyeksi tersebut akan dirilis sesegera mungkin.

Lebih lanjut, Uchida mengatakan penutupan pabrik ini adalah bagian dari upaya penghematan biaya dan membentuk kembali operasional serta meningkatkan profitabilitas. Uchida menekankan bahwa potensi Nissan masih solid.

Upaya meningkatkan profitabilitas ini juga termasuk mengurangi jumlah model mobil yang dijual dan berfokus pada area geografis tertentu, seperti Jepang, China dan AS.

"Kami akan mengakui kesalahan kami di masa lalu dan mengarahkan ke masa depan dengan cara yang benar, tanpa ragu-ragu," kata Uchida.

Sebelumnya, pemerintah Spanyol mendesak Nissan untuk mempertimbangkan kembali rencananya untuk menutup pabrik di Barcelona karena penutupan tersebut mengancam hilangnya 3.000 pekerjaan secara langsung.

Protes Pekerja

Keputusan Nissan untuk menutup pabrik-pabriknya di Barcelona memicu kemarahan para pekerja. Mereka melampiaskannya dengan membakar ban dalam aksi protes tersebut.

Serikat pekerja telah memperingatkan lebih dari 20.000 orang berisiko kehilangan pekerjaan jika Nissan menutup pabriknya di Barcelona dan dua yang lebih kecil di kota-kota terdekat, karena akan memutus rantai pasokan.

"Ini adalah kesalahan besar," kata serikat Komisaris Obreras dalam pernyataan melalui email, seperti dikutip dari Bloomberg.

Tiga pabrik Nissan di distrik industri Zona Franca Barcelona dan di kota-kota terdekat Montcada i Reixac dan Sant Andreu de la Barca mempekerjakan lebih dari 3.000 orang secara langsung, dan menghasilkan sekitar 20.000 lapangan kerja tidak langsung, menurut serikat pekerja.

Keputusan untuk menutup produksi pabrik yang telah berdiri sejak sejak 1983 adalah bagian dari rencana yang lebih luas yang diungkapkan oleh pembuat mobil dan mitra Prancisnya Renault SA untuk membantu mereka mengatasi jatuhnya permintaan mobil.

Pemerintah Spanyol mengatakan mereka menyesali keputusan Nissan dan mendesak perusahaan untuk mempertimbangkan alternatif.

"Kami telah mengusulkan perusahaan untuk memulai diskusi dan negosiasi untuk melihat bagaimana kami dapat menyalurkan proses ini," ungkap Menteri Ekonomi Nadia Calvino di TVE, Kamis.

"Investasi yang diperlukan untuk meningkatkan pabrik ini lebih rendah daripada biaya penutupannya,” lanjutnya.

Pabrik di Indonesia

Nissan pada bulan Maret telah secara resmi memengumumkan penghentian operasional pabriknya yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat,

President Director PT Nissan Motor Indonesia Isao Sekiguchi menjelaskan bahwa keputusan Nissan itu menjadi bagian dari rencana optimisasi rightsizing, optimasi produksi dan reorganisasi operasi bisnis.

"Nissan telah memutuskan untuk menghentikan produksi kendaraan di pabrik Nissan di Indonesia. Ini adalah bagian dari rencana optimisasi yang mencakup rightsizing, optimasi produksi dan reorganisasi operasi bisnis," ungkap Sekiguchi dalam keterangan resminya, Senin (23/3/2020).

Kendati demikian, Nissan juga berjanji untuk tidak akan meninggalkan pasar Indonesia. Produsen kendaraan asal Jepang itu akan terus mengisi pasar Indonesia dengan berbagai produk unggulan mereka ke depannya melalui mitra Aliansi dari Nissan.

"Kami akan terus bekerja dengan mitra Aliansi kami untuk memastikan footprint manufaktur di Indonesia. Kami juga terus berfokus untuk memperkuat merek Nissan di Indonesia dengan terus menghadirkan model-model baru," ujar dia.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia