Advertisement
Jokowi Siapkan Insentif untuk Petani dan Nelayan
Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas yang digelar melalui telekonferensi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (4/5/2020). - www.covid19.go.id
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA--Presiden Joko Widodo menyiapkan insentif bagi petani dan nelayan dalam rangka menjaga ketersediaan bahan pokok, serta memastikan produktivitas terjaga di tengah pandemi.
Pertama, insentif tersebut berupa program jaring pengaman sosial. Presiden langsung meminta 2,7 juta petani dan buruh tani miskin dan 1 juta nelayan dan petambak harus masuk dalam program bantuan sosial, seperti PKH, bansos tunai, BLT desa, paket sembako dan program gratis subsidi listrik.
Advertisement
“Tujuan utama dari skema program ini adalah untuk meringankan beban biaya konsumsi rumah tangga warga-warga yang kurang mampu, termasuk di dalamnya adalah petani dan nelayan miskin,” kata Presiden membuka rapat terbatas mengenai insentif bagi petani dan nelayan dalam rangka menjaga ketersediaan bahan pokok melalui video conference, Kamis (28/5/2020).
Kedua, program subsidi bunga kredit. Pemerintah telah menyiapkan Rp34 triliun untuk merelaksasi pembayaran angsuran dan pemberian subsidi bunga kredit yang disalurkan lewat KUR, Mekaar, UMI, Pegadaian, dan perusahaan pembiayaan lainnya.
BACA JUGA
Selain itu, pemerintah akan menyediakan penundaan angsuran dan subsidi kepada para penerima bantuan permodalan yang dilakukan beberapa kementerian, baik itu dari KKP dan Kementan.
Ketiga, pemberian stimulus untuk modal kerja. “Bagi petani dan nelayan yang bankable penyalurannya melalui perluasan program KUR, sedangkan yang tidak bankable penyalurannya bisa lewat UMI, Mekaar dan skema program yang lainnya lewat kementerian,”
Jokowi berharap seluruh prosedur stimulus modal kerja ini dipermudah. Dengan demikian, para petani, nelayan, dan petambak bisa memperoleh dana-dana yang dibutuhkan secara cepat dan mudah.
Keempat, melalui instrumen bantuan nonfiskal yang terkait dengan produktivitas. “Kebijakan kelancaran supply change yang kita harapkan pertanian dan perikanan ini bisa lebih baik melalui pemberian bibit, pupuk, alat-alat, produksi saya kira ini sudah kita berikan beberapa tahun yang lalu,” kata Presiden.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- MRP Kecam Penembakan Pilot Smart Air oleh KKB di Papua
- Satgas Ungkap 20 KKB Serang Pesawat Smart Air di Papua, Dua Kru Tewas
- DPR Desak SKB Tiga Menteri Atasi 11 Juta PBI BPJS Nonaktif
- Gempa Donggala M4,1 Guncang Sulteng, BMKG Ungkap Penyebabnya
- Pendaftaran Calon Pimpinan OJK Dibuka, Begini Tahapan dan Syaratnya
Advertisement
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Basarnas Himpun 400 Relawan di Jambore SAR Nasional
- Kapolri Ajak Ansor dan Banser Jaga Kamtibmas
- Hamas Minta TNI Netral jika Indonesia ke Gaza
- Delima Bantu Kesehatan Jantung
- WFA Lebaran 2026 Dinilai Bakal Dongkrak Pariwisata
- Imlek 2026: Makna Tahun Kuda Api bagi 12 Shio
- Long Weekend Imlek 2026, Puluhan Ribu Orang Tiba di Stasiun Tugu Jogja
Advertisement
Advertisement






