Pandemi Corona, Bioskop Drive-In Kembali Bermunculan

Ilustrasi - Bloomberg
27 Mei 2020 23:47 WIB Nirmala Aninda News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Popularitas bioskop drive-in berkurang ketika harga tanah meningkat dan menonton film dari rumah menjadi norma baru. Namun, bioskop model ini mengalami kebangkitan pada 2020.

Dulu ada ribuan bioskop film drive-in di Amerika Serikat. Sebelum wabah virus corona merebak, data Asosiasi Pemilik Teater Drive-in, hanya ada 305 yang masih beroperasi.

Bioskop drive-in yang populer di tahun 1950-an dan 1960-an ini sempat tergantikan oleh kehadiran teater-teater besar, tetapi pandemi virus corona seperti membangkitkannya kembali dari keterpurukan.

Karena ruang terbuka umumnya dinilai memiliki risiko yang cenderung lebih rendah untuk penyebaran virus, dan masing-masing orang tetap berada di dalam mobil mereka sendiri, bioskop drive-in diizinkan untuk buka sementara teater indoor tradisional ditutup. Banyak aspek dari pengalaman drive-in telah berubah sejak pertama kali menjadi populer beberapa dekade yang lalu.

Dilansir melalui Insider pada Rabu (27/5), seorang manajer penjualan bernama Richard Hollingshead membuka bioskop drive-in pertama di Amerika Serikat pada tahun 1933.

Gagasan ini muncul setelah ibu Hollingshead mengeluh tentang kursi teater yang tidak nyaman, dia kemudian mendapatkan ide untuk pengalaman menonton film yang lebih nyaman.

Sekarang, kehadiran bioskop drive-in disebabkan karena pandemi virus corona yang kita ketahui menyebar lewat kontak antar orang. Ruang tertutup dengan puluhan orang berkerumun mungkin akan berisiko, tetapi lebih mudah untuk mempraktekkan jarak sosial di bioskop drive-in.

Di masa lalu, papan penanda di bioskop drive-in mengiklankan pertunjukan film. Sekarang, tanda-tanda tersebut memperingatkan tentang bahaya Covid-19.

Gubernur New York Andrew Cuomo mengizinkan drive-in dan bisnis luar ruangan berisiko rendah dibuka kembali sejak 15 Mei selama wabah Covid-19. Warwick Drive-In di Warwick, New York, beroperasi pada setengah kapasitasnya untuk memungkinkan jarak sosial antar mobil.

Di masa lalu, cemilan pendamping seperti soda, popcorn dan hotdog diantar ke masing-masing mobil selama pemutaran film. Selama pandemi, sebagai gantinya, staf membagikan masker wajah. Cemilan pendamping tetap dapat dibeli melalui stan makanan dengan tetap mempertahankan jarak aman.

Pada intinya, bioskop drive-in belum banyak berubah. Ini adalah kegiatan ramah keluarga yang populer.

Sekarang, penikmat film masih dapat menonton bahkan dari kursi depan mobil mereka. Dengan bioskop drive-in yang beroperasi pada kapasitas 50 persen untuk memungkinkan jarak sosial, tampilan layar justru akan terlihat lebih baik.

Mungkin bioskop drive-in akan tetap menjadi populer bahkan setelah kondisi dinilai cukup aman untuk kembali ke bioskop dalam ruangan.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia