Advertisement
Idulfitri Kali Ini Tiba di Tengah Pandemi Corona, Presiden Jokowi Tak Gelar Open House
Ilustrasi-Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Jokowi saat menggelar open house dalam rangka silaturahmi Idulfitri di Istana Bogor, Jumat (15/6/2018). Tahun 2020 ini Presiden Jokowi tidak menyelenggarakan open house terkait pandemi Corona dan demi menerapkan physical distancing. - Bisnis/David Eka Issetiabudi
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Lebaran 2020 tiba di tengah pandemi Corona. Presiden Joko Widodo beserta jajarannya tidak akan mengadakan open house pada Idulfitri tahun ini. Hal ini merupakan bagian dari sikap pemerintah untuk ikut menerapkan physical distancing pada semua aktivitas.
“Tidak pernah ada pembahasan di dalam rapat terkait rencana open house,” kata Angkie Yudistia, Staf khusus milenial Presiden Joko Widodo, saat dikonfirmasi, Jumat (22/5/2020).
Advertisement
Angkie menjelaskan kegiatan open house memungkinkan terjadinya pertemuan massa dan interaksi jarak dekat sehingga berpeluang terjadinya penyebaran virus Corona secara cepat. Oleh karena itu Presiden menghindari hal tersebut, yang kemudian diikuti oleh seluruh jajaran di bawahnya.
“Presiden memahami bahwa momentum lebaran adalah adanya kegiatan saling berkomunikasi secara langsung untuk bermaaf-maafan dengan orang terdekat. Namun, situasi hari ini tentu belum memungkinkan untuk melakukan hal tersebut mengingat prioritas pemerintah kepada kesehatan sangat tinggi,” kata Angkie.
Angkie melanjutkan, dalam beberapa waktu terakhir upaya physical distancing telah dilakukan oleh Istana. Setiap rapat, baik yang bersifat paripurna maupun terbatas, diselenggaran Presiden Jokowi secara virtual.
“Belum ada rencana dalam waktu dekat untuk menggelar rapat dalam bentuk pertemuan fisik, sambil terus memantau perkembangan terkait penanganan Covid-19,” ujar Angkie.
Sebelumnya, Menteri Agama Fachrul Razi kembali mengajak umat Islam untuk menggelar salat Idulfitri di rumah. Menurut Fachrul Razi tren penularan Covid-19 di Indonesia masih cukup tinggi. Bahkan, bisa melonjak jika masyarakat tidak disiplin dalam mentaati pembatasan berkegiatan di tempat atau fasilitas umum, termasuk kegiatan keagamaan yang mengumpulkan banyak massa atau kerumunan.
"Saya menyeru dan mengajak, mari taati ketentuan undang-undang No 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Patuhi juga Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. Mari Salat Idulfitri di rumah saja bersama keluarga inti," pesan Menag, dikutip dari situs resmi Kemenag.
Kemenag akan menggelar sidang isbat awal Syawal 1441H pada 22 Mei. Isbat akan menetapkan kapan umat Islam di Indonesia akan berlebaran.
Sebagaimana Ramadan, Menag memperkirakan suasana Idulfitri akan berbeda dibanding tahun sebelumnya sebab Indonesia masih dalam masa pandemi Covid-19.
"Tetap jaga jarak, hindari kerumunan. Takbiran dan Salat Id di rumah. Silaturahim melalui media sosial," pesannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
- PLN Hadirkan Tambah Daya Listrik Instan untuk Hajatan dan Proyek
- KPK Duga Modus CSR Dipakai dalam Aliran Dana Wali Kota Madiun
- OTT Madiun Seret Kepala Daerah hingga Swasta, Ini Rinciannya
- Guru dan Murid di Jambi Adu Jotos, Kasus Berujung Laporan ke Polda
Advertisement
Pembangunan Taman Budaya Bantul Dimulai 2026, Dilengkapi 10 Fasilitas
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- DVI Identifikasi Pramugari Korban ATR 42-500, Florencia Lolita
- Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang, Polres Karanganyar Turunkan Unit K9
- Motor Tak Menyala, Aksi Pencurian 2 Pemuda Salatiga Berakhir
- BGN Pastikan Anak dari Pernikahan Dini dan Siri Tetap Dapat MBG
- HGN ke-66, Persagi DIY Edukasi Gizi 24 Sekolah di Bantul
- Pariwisata Tembus Rekor 2025, Devisa dan Kunjungan Melonjak
- Gerindra Tegaskan Thomas Djiwandono Bukan Lagi Kader
Advertisement
Advertisement



