Advertisement
Tips Nyaman Bekerja dari Rumah
Masyarakat di Sumatra Bagian Selatan memanfaatkan perangkat dan teknologi komunikasi untuk bekerja dari rumah. - JIBI/Bisnis.com/Dinda Wulandari
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Pemerintah mengimbau agar seluruh perusahaan menerapkan kebijakan bekerja dari rumah terhadap pekerjanya di tengah pandemi Corona. Namun, hal itu bisa menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan dan juga bagi karyawan. Ini dia, tips agar tetap nyaman bekerja dari rumah.
Sales Director SEA di perusahaan mobile marketing, Adjust, April Tayson mengatakan bahwa yang menjadi kesulitan utama ketika bekerja di rumah adalah karena kemudahan teknologi yang biasanya sudah tersedia di kantor, tak tersedia di rumah.
Advertisement
Selain itu, dengan bekerja di rumah, interaksi antara karyawan juga berpotensi terhambat karena tidak bisa melakukan tatap muka. Salah satu yang bisa dilakukan adalah membuat lingkungan kerja menjadi lebih santai.
“Semisal, membentuk grup khusus untuk bersantai, berbagi tips, playlist lagu, meme, tips-tips agar lebih produktif, dan sebagaiinya. Kami juga membuka kelas-kelas daring seperti kelas olahraga, rekreasi, temu orang tua, sampai acara seperti konser daring,” ungkap Tayson kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia melalui surel, Jumat (8/5/2020).
Tayson juga mengungkapkan bahwa tetap perlu ada pembatasan antara kehidupan sehari-hari dan pekerjaan. Hal ini bisa dilakukan, misalnya, dengan menjadikan satu ruangan di rumah khusus untuk bekerja dan tidak mengecek grup bersantai di saat jamnya bekerja.
“Hal itu tentunya memang akan lebih menantang bagi pekerja yang sudah memiliki anak, apalagi anaknya masih kecil. Mereka harus rela multitasking antara pekerjaan dan urus anak karena tidak ada bantuan dari tempat penitipan anak atau sekolah,” lanjutnya.
Adjust menerapkan kelonggaran khusus bagi mereka yang harus mengurus keluarga. Para orang tua diperbolehkan memilih jam kerja atau memberitahukan perusahaan dan timnya ketika perlu waktu khusus dengan keluarga.
“Lagi pula karyawan pasti tak akan fokus bekerja jika pikirannya terpaksa bercabang ke keluarganya,” imbuhnya.
Kemudian, Tayson melanjutkan agar pekerja tidak lupa sering berkomunikasi dengan rekan kerjanya seperti layaknya ketika ada di kantor. Buat jadwal khusus untuk makan siang bersama melalui video. Bertemu muka lewat video dan berbincang selama 10 menit hingga 30 menit cukup untuk mengatasi kesepian dan stres ketika bekerja sendirian di rumah.
“Lalu biasakan juga bagi pekerja untuk segera menghubungi lewat telepon ketika ada yang ingin didiskusikan, jangan menunda dengan berbalas surel. Jika melakukan video call, usahakan juga untuk menyalakan kameranya, agar rekan kita bisa melihat ekspresi wajah, gestur, dan senyum kita,” tambahnya.
Tayson menegaskan bahwa dengan adanya perubahan mendadak yang terjadi saat pandemi ini, perusahaan harus memastikan tetap berhubungan dengan para klien dan memberi pengertian kepada mereka tentang cara terbaik untuk menyelamatkan bisnis pada masa sekarang.
Perusahaan bisa berhubungan dengan klien melalui web seminar (webinar) agar para klien tetap mendapatkan informasi yang komprehensif terkait dengan rencana-rencana perusahaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Isu Menkeu Purbaya Dirawat di RS, Begini Respons Wamenkeu
- Batas Lapor SPT 30 April, Telat Kena Denda Rp100.000
- Terjebak di Lantai 23, Ini Pesan di Baju Selamatkan Penghuni Kebakaran
- KUR Perumahan Tembus Rp14 Triliun, Pemerintah Genjot Kota Satelit
- Kasus Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Pemkot: Hanya 6 TPA Berizin
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Hardiknas 2026: Mendikdasmen Dorong Deep Learning
- Film Suamiku Lukaku Angkat KDRT, Acha Septriasa Jadi Amina
- PSS Sleman Bidik Promosi Super League, Hadapi PSIS di Laga Penentuan
- Awan Pelangi Bogor Viral, Ini Penjelasan Ilmiahnya
- Hardiknas 2026: Mendikdasmen Tekankan 3M untuk Mutu Pendidikan
- Bank Sampah Jogja Ini Bisa Bayar Listrik dan PBB
- 300 Guru Honorer Kulonprogo Tersandera Skema Gaji JLOP
Advertisement
Advertisement









