Ajakan Jokowi untuk Berdamai dengan Covid-19 Jadi Perbincangan, Istana Beri Penjelasan

Presiden Jokowi - Biro Pers Media Istana
08 Mei 2020 16:47 WIB Rayful Mudassir News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Istana Kepresidenan menjelaskan pengertian berdamai dengan Covid-19 yang disampaikan Presiden Joko Widodo, Kamis (7/5/2020), setelah ucapan itu menjadi perbincangan di media sosial.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin menjelaskan pernyataan Presiden tersebut mengartikan Covid-19 seharusnya bukan malah menjadikan masyarakat tidak produktif.

“Bahwa Covid-19 itu ada, dan kita terus berusaha agar Covid-19 segera hilang. Tapi, kita tidak boleh menjadi tidak produktif, karena adanya Covid-19, menjadikan adanya penyesuaian dalam kehidupan,” katanya, Jumat (8/5/2020).

Dia menjelaskan bahwa hingga kini belum ditemukan antivirus atau vaksin dari pandemi ini. Kendati begitu, masyarakat Indonesia dapat mencegah penularan.

Ya, artinya jangan kita menyerah, hidup berdamai itu penyesuaian baru dalam kehidupan. Ke sananya yang disebut The New Normal, Tatanan Kehidupan Baru,” tuturnya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo sempat meminta masyarakat untuk berdamai dengan pandemi ini. Keterangan itu juga disampaikan dalam Twitter resminya pada Kamis (7/5/2020).

“Sampai ditemukannya vaksin yang efektif, kita harus hidup berdamai dengan Covid-19 untuk beberapa waktu ke depan. Sejak awal pemerintah memiliki kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar, bukan lockdown. Dengan PSBB, masyarakat masih bisa braktivitas tetapi dibatasi,” cuitnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia