Bulan Ramadan di Tengah Pandemi Corona, Ka'bah Sepi dan Dijaga Ketat

Kakbah kosong setelah ditutup karena pandemi corona. - Reuters
29 April 2020 02:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, RIYADH - Pemerintah Arab Saudi melakukan pembatasan pengunjung area Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Bahkan untuk melaksanakan salat tarawih juga ikut dibatasi.

Akibatnya halaman Masjidil Haram dan sekitar Ka'bah tampak sangat sepi. Tidak seperti biasa yang dipenuhi orang untuk beribadah.

Meskipun terlihat sangat sepi, pihak kerajaan melalui Presidensi Dua Masjid Suci tetap memberlakukan pengamanan yang superketat.

Seperti yang dilaporkan Saudi Gazette, Abdul Hameed Al-Maliki, wakil kepala Presidensi Umum Dua Masjid Suci untuk urusan perencanaan dan pengembangan, mengatakan bahwa pihak Kerajaan membuat semua pengaturan dan persiapan, berkoordinasi dengan otoritas kesehatan masyarakat, untuk menghadapi situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya (Pandemi Covid-19).

"Sebuah komite dan tim telah dibentuk untuk menindaklanjuti krisis dan memastikan kelancaran rencana operasional Kepresidenan untuk Ramadhan pada berbagai aspek untuk memenuhi semua skenario," katanya dikutip dari Saudi Gazette.

Al-Maliki mengatakan bahwa kepresidenan mengintensipkan upayanya untuk membersihkan dan mensterilkan Dua Masjid Suci 6 kali setiap hari.

"Sebanyak 450 pekerja terlibat dalam melakukan sterilisasi di semua lantai, koridor dan halaman dan area sekitarnya dari Dua Masjid Suci. Kami menggunakan sterilisasi dengan bahan pembersih ramah lingkungan, menyediakan kamera termal untuk deteksi dini, dan mendistribusikan masker dan sarung tangan untuk pekerja kebersihan," jelasnya.

Al-Maliki mengatakan bahwa meskipun mataf (area di sekitar Ka'bah), koridor dan halaman Masjidil Haram tampak sepi karena penangguhan Jemaah Umroh dan masuknya masyarakat, Kepresidenan tetap menunjukkan ketelitian yang tinggi dalam memastikan kondisi tetap aman.

“Doa wajib dan doa khusus Ramadhan dari salat tarawih dan Qiyamullail terbatas untuk sejumlah kecil pejabat kepresidenan dan pekerja kebersihan," ujarnya.

"Sangat menyakitkan melihat pemandangan Masjid Agung yang sepi dan halaman-halamannya yang juga tidak dipenuhi dengan jemaah selama bulan suci Ramadhan," tutupnya.

Sumber : Suara.com