Pernyataan Erick Thohir soal Mafia Impor Alkes Dipertanyakan

Petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Klas 1 Soetta memeriksa suhu tubuh Menteri BUMN Erick Thohir saat melakukan peninjauan kesiapan Bandara dalam menghadapi COVID-19 di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (11/3/2020). - Antara Foto, Muhammad Iqbal
22 April 2020 09:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Adian Napitupulu selaku salah satu anggota Komisi I DPR Fraksi PDIP mempertanyakan pernyataan Menteri BUMN Erick Thohir ihwal keberadaan mafia dalam impor alat kesehatan (alkes) terkait penanganan Covid-19.

Adian menilai pernyataan Erick terkesan mengejutkan. Lantaran, tiada angin dan badai tetapi Erick selaku menteri menyampaikan pernyataan mengenai mafia alkes.

Menanggapi hal tersebut, Adian kemudian mempertanyakan pihak-pihak yang dimaksud Erick sebagai mafia alat kesehatan.

"Siapa yang di maksud Erik Thohir? Ada kalimat yang bisa jadi clue menunjukan siapa mafia di maksud yaitu mereka yang mendominasi," kata Adian dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com pada Selasa (21/4/2020).

Menurut Adian, pernyataan Erick menyoal mafia merupakan pernyataan serius yang bisa menyasar kepada siapa saja.

"Kalau ukuran mafianya adalah dominasi impor alkes dan obat, maka bisa jadi hanya dua lembaga yang memenuhi syarat dominasi, yaitu BNPB dan BUMN. Apakah pernyataan Erick ini menyasar ke BNPB? Mungkin saja, Karena ada 19 jenis Alkes yang rekomendasi impornya dikeluarkan BNPB," ujar Adian.

Dalam keterangannya, Adian turut menuliskan daftar rekomendasi impor alkes dari BNPB yang meliputi surgical apparel, disinfektan, sarung tangan steril, sarung tangan pemeriksaan, thermometer, ventilator infusion pump, mobile x-ray, high flow oxygen device, bronchoscopy portable, power air purifying respirator CPAP Mask, CPAP machine, ECMO (extracorporeal membrane oxygenation).

Kemudian breathing circuit for ventilator and incubator transport, transport culture medium, microbiological specimen collection and transport device (dacron swab), alat rapid test Covid-19 dan resuscitation bag.

Ia berpandangan, ada dua alasan yang mendasari Erick membuat pernyataan tentang adanya mafia alat kesehatan. Pertama, pernyataan itu sengaja ditunjukan Erick untuk menegur BUMN di bawah kementeriannya.

Sedangkan yang kedua, Adian menilai pernyataan Erick bisa saja dialamatkan untuk dirinya. Mengingat, kata Adian, pernah meminta kepada pemerintah agar ada kemudahan impor alat kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

"Tapi bisa juga Erick sedang menegur oknum atau BUMN di bawah kementriannya? Hmmm atau jangan-jangan pernyataan Erick itu menuduh saya, karena satu bulan lalu saya pernah meminta pemerintah memudahkan impor alkes, walaupun saya bukan importir dan trader. Dan sebagai calon tertuduh, setengah tertuduh atau berpotensi menjadi tertuduh maka anggap saja tulisan ini semacam hak jawab," kata Adian.

Sumber : Suara.com