Cara Daftar Bansos BPNT dan PKH 2027 Lewat Perlinsos Digital
Pendaftaran bansos BPNT dan PKH 2027 melalui Perlinsos Digital mewajibkan registrasi ulang. Simak syarat, cara daftar, dan cek desil DTSEN.
Presiden Joko Widodo merapikan masker yang digunakannya saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). / ANTARA FOTO-Hafidz Mubarak A
Harianjogja.com, JAKARTA - Sebuah survei mengukur pendapat warga soal kinerja pemerintah menangani Covid-19 dilakukan belum lama ini.
Kinerja Pemerintah Joko Widodo (Jokowi)-Ma\'ruf Amin dalam menangani pandemi Covid-19 ternyata mayoritas memuaskan masyarakat. Terlihat dari hasil survei terbaru Lembaga Media Survei Nasional (Median), yang menemukan 52,4 persen publik puas terhadap kinerja pemerintah. Publik yang tidak puas hanya 40,1 persen.
"Terdapat 52,4 persen publik puas terhadap kinerja Jokowi-Ma\'ruf dalam menangani wabah Covid-19, sementara 40,1 persen merasa tidak puas, dan sebanyak 7,5 persen menjawab biasa saja," demikian hasil survei Median yang dirilis Sabtu (18/4/2020) seperti diterima Okezone-jaringan Harianjogja.com.
Survei juga menanyakan responden tentang alasan merasa puas atau tidak puas dengan kinerja pemerintah dalam menangani pandemi virus corona. Dari jawaban responden, terdapat tiga besar alasan publik yang merasa puas terhadap kinerja pemerintah Jokowi-Ma\'ruf.
Di antaranya, sebanyak 19,4 persen menganggap pemerintah sudah melakukan yang terbaik; 10,7 persen menganggap pemerintah sudah cepat tanggap; dan 8,7 persen menganggap kinerja pemerintah bagus dalam menangani corona.
Sementara tiga besar alasan publik yang merasa tidak puas terhadap kinerja pemerintah dalam menangani pandemi virus corona, sebanyak 18,0 persen merasa pemerintah lambat; 16,7 persen menganggap pemerintah tidak antisipatif dan anggap enteng; dan 15,3 persen anggap koordinasi pemerintah buruk.
Direktur Eksekutif Median Rico Marbun menuturkan, survei ini bukan ajang pilkada, maupun pilpres atau sekadar data elektabiliytas yang mayoritas berarti menang dan unggul. Namun, riset ini sangat sensitif karena terkait dengan nyawa manusia yang tidak hanya sekadar diukur angkanya secara statistik.
"Benar bahwa memang ada 52,4% publik yang puas. Tapi di sisi lain ada 40,1% yang tidak puas. Kalau dikonversi ini sama saja dengan 106 juta manusia Indonesia, yang khawatir akan kehilangan nyawanya akibat penyakit ini," tuturnya kepada Okezone.
Rico menambahkan, kalau melihat alasan yang puas, sebenarnya ada 2 faktor utama terkait dengan kepuasan kinerja. Pertama, pemerintah sudah melakukan yang terbaik 19.4% dan kedua, adanya faktor bantuan sosial langsung.
"Jadi, ini lebih kepada pemakluman sebenarnya, Pemerintah Jokowi bisa memperbaiki kinerja menangani wabah sehingga ini bukan hanya persepsi ketidakpuasan yang turun, tapi angka korban juga berhenti bertambah," katanya.
Survei Median dilakukan pada 6-13 April 2020 terhadap 800 responden yang diwawancarai melalui telepon dan dipilih secara acak. Margin of error 3,46 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Pendaftaran bansos BPNT dan PKH 2027 melalui Perlinsos Digital mewajibkan registrasi ulang. Simak syarat, cara daftar, dan cek desil DTSEN.
Juan Martínez Munuera ditunjuk memimpin El Clasico Barcelona vs Real Madrid. Simak rekam jejak, kontroversi, dan catatan kedua tim.
Kongo memulai uji klinis TUMAINI untuk menguji kandidat vaksin Ebola Bundibugyo. WHO mencatat 9.552 kasus terkonfirmasi per 21 Oktober 2026.
Veda Ega Pratama meraih pole position Moto3 Australia 2026 dengan waktu 1 menit 35,299 detik. Ia mengaku senang dan siap menghadapi balapan.
Pengiriman PC global turun 21% pada kuartal III 2026. Lenovo masih memimpin, sedangkan Apple dan Asus mencatat kenaikan pangsa pasar.
Beasiswa WIMAYA 2026 UPN Veteran Yogyakarta menawarkan Rp250.000 per bulan. Cek syarat, dokumen, dan cara daftar sebelum 25 Oktober.