Versi Survei: Masyarakat Puas dengan Kinerja Jokowi Tangani Corona

Presiden Joko Widodo merapikan masker yang digunakannya saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). - ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
19 April 2020 08:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Sebuah survei mengukur pendapat warga soal kinerja pemerintah menangani Covid-19 dilakukan belum lama ini.

Kinerja Pemerintah Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dalam menangani pandemi Covid-19 ternyata mayoritas memuaskan masyarakat. Terlihat dari hasil survei terbaru Lembaga Media Survei Nasional (Median), yang menemukan 52,4 persen publik puas terhadap kinerja pemerintah. Publik yang tidak puas hanya 40,1 persen.

"Terdapat 52,4 persen publik puas terhadap kinerja Jokowi-Ma'ruf dalam menangani wabah Covid-19, sementara 40,1 persen merasa tidak puas, dan sebanyak 7,5 persen menjawab biasa saja," demikian hasil survei Median yang dirilis Sabtu (18/4/2020) seperti diterima Okezone-jaringan Harianjogja.com.

Survei juga menanyakan responden tentang alasan merasa puas atau tidak puas dengan kinerja pemerintah dalam menangani pandemi virus corona. Dari jawaban responden, terdapat tiga besar alasan publik yang merasa puas terhadap kinerja pemerintah Jokowi-Ma'ruf.

Di antaranya, sebanyak 19,4 persen menganggap pemerintah sudah melakukan yang terbaik; 10,7 persen menganggap pemerintah sudah cepat tanggap; dan 8,7 persen menganggap kinerja pemerintah bagus dalam menangani corona.

Sementara tiga besar alasan publik yang merasa tidak puas terhadap kinerja pemerintah dalam menangani pandemi virus corona, sebanyak 18,0 persen merasa pemerintah lambat; 16,7 persen menganggap pemerintah tidak antisipatif dan anggap enteng; dan 15,3 persen anggap koordinasi pemerintah buruk.

Direktur Eksekutif Median Rico Marbun menuturkan, survei ini bukan ajang pilkada, maupun pilpres atau sekadar data elektabiliytas yang mayoritas berarti menang dan unggul. Namun, riset ini sangat sensitif karena terkait dengan nyawa manusia yang tidak hanya sekadar diukur angkanya secara statistik.

"Benar bahwa memang ada 52,4% publik yang puas. Tapi di sisi lain ada 40,1% yang tidak puas. Kalau dikonversi ini sama saja dengan 106 juta manusia Indonesia, yang khawatir akan kehilangan nyawanya akibat penyakit ini," tuturnya kepada Okezone.

Rico menambahkan, kalau melihat alasan yang puas, sebenarnya ada 2 faktor utama terkait dengan kepuasan kinerja. Pertama, pemerintah sudah melakukan yang terbaik 19.4% dan kedua, adanya faktor bantuan sosial langsung.

"Jadi, ini lebih kepada pemakluman sebenarnya, Pemerintah Jokowi bisa memperbaiki kinerja menangani wabah sehingga ini bukan hanya persepsi ketidakpuasan yang turun, tapi angka korban juga berhenti bertambah," katanya.

Survei Median dilakukan pada 6-13 April 2020 terhadap 800 responden yang diwawancarai melalui telepon dan dipilih secara acak. Margin of error 3,46 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Sumber : Okezone.com