Jubir Corona Diprotes Warganet karena Perkataannya

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. - Ist/Youtube BNPB Indonesia
28 Maret 2020 16:07 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTAAchmad Yurianto selaku juru bicara Pemerintah untuk Penangananan Covid-19 dianggap melontarkan kalimat kontroversial ketika memberikan keterangan pers soal perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia. Yurianto meminta orang kaya untuk melindungi orang miskin.

"Yang kaya melindungi yang miskin agar bisa hidup dengan wajar, dan yang miskin melindungi yang kaya agar tidak menularkan penyakitnya. Ini menjadi kerja sama yang penting," kata Achmad Yurianto seperti yang dilansir dari tayangan Kompas TV pada menit ke 22:40, Jumat (27/3/2020).

Pernyataan tersebut menimbulkan beragam respons dan protes dari warganet.

Yurianto dianggap telah mendiskriminasi warga kurang mampu sebagai pembawa penyakit.

Akun Twitter @borderrakyat mengunggah ulang potongan video pernyataan Ahmad Yurianto tersebut dengan membubuhkan keterangan, "Sudah ditelantarkan oleh negara. Orang miskin juga dituduh sebagai pembawa penyakit."

Ada pula warganet yang kesal dengan penggunaan label yang menandakan kondisi ekonomi masyarakat.

"Si miskin melindungi si kaya agar tidak menularkan penyakitnya, agar tidak menularkan penyakitnya? agar tidak menularkan penyakitny?? si miskin si kaya haduh bendi banget label ini," tulis @mitanilam.

Sementara itu, @hendralm berusaha mengingatkan kembali tentang pasien pertama covid-19 di Indonesia bukan lah dari kalangan miskin.

"Pak, kasus positif corona yang pertama di Indonesia itu bukan orang miskin loh. Saya kira yang bawa virus corona ini ke Indonesia pun bukan orang miskin karena orang miskin enggak sanggup buat jalan-jalan ke luar negeri," tulisnya.

Warganet bernama @muthiasf bahkan secara blak-blak mengaku tersinggung dengan pernyataan tersebut.

"Sebagai orang miskin, gue amat tersinggung. Menularkan penyakitnya??? Ngomongin virus aja pakai diskriminasi," ungkapnya kesal.

Sumber : Suara.com