Vonis Kasus Pembunuhan Kacab Bank, Serka Nasir Dihukum 13 Tahun
Pengadilan Militer Jakarta menjatuhkan vonis 13 tahun penjara kepada Serka Mochamad Nasir dalam kasus pembunuhan kepala cabang bank.
Ilustrasi kenaikan gelombang di Pantai Baron, Gunungkidul, DIY./Harian Jogja-Kusnul Isti Qomah
Harianjogja,com, JAKARTA - Pada Sabtu (21/3/2020) ini diprediksi ada potensi terjadinya gelombang tinggi di sejumlah perairan di Indonesia. Peringatan dini tersebut disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Berdasarkan informasi yang diunggah BMKG dalam laman www.bmkg.go.id, gelombang dengan tinggi mencapai 2 meter atau lebih berpotensi terjadi di sekitar Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian selatan, dan Samudera Hindia selatan Bali.
Di Sulawesi Selatan, level ketinggian air laut moderate sea dengan gelombang 1,25-2,5 meter berpotensi terjadi di Selat Makassar bagian selatan, dan Teluk Bone bagian utara.
Sementara di NTB tinggi gelombang dua meter atau lebih dapat terjadi di Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, Samudra Hindia selatan NTB dan Selat Sape bagian selatan.
Adapun gelombang tinggi juga berpotensi terjadi di wilayah perairan NTT.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pengadilan Militer Jakarta menjatuhkan vonis 13 tahun penjara kepada Serka Mochamad Nasir dalam kasus pembunuhan kepala cabang bank.
Menlu Sugiono menanggapi kritik Dino Patti Djalal soal kunjungan luar negeri Prabowo dan menegaskan diplomasi Indonesia membawa manfaat nyata.
Jadwal KRL Solo–Jogja Kamis 4 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 dengan 12 perjalanan setiap hari.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 4 Juni 2026. Kereta pertama berangkat pukul 05.05 WIB dari Stasiun Yogyakarta dengan tarif Rp8.000.
Komisi III DPR mendukung Kejagung mengusut tuntas dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis yang menyeret mantan petinggi BGN.
Pelaku pencurian rokok di minimarket Sentolo mengaku anggota Resmob karena terobsesi menjadi polisi. Atribut dibeli secara daring.