Cara Penyebaran Corona dan Strategi Mengatasinya

Peta sebaran kasus virus corona Covid-19 di DKI Jakarta. - JIBI/Bisnis.com/Aziz Rahardyan
15 Maret 2020 21:47 WIB Syaiful Millah News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – World Health Organization (WHO) telah secara resmi menyatakan wabah virus Corona sebagai pandemi. Banyak negara di dunia termasuk Eropa, Asia, Australia, hingga Amerika Serikat mencoba menahan laju penyakit dengan membatasi kontak perorangan melalui pembatalan pertemuan publik.

Upaya ini termasuk penutupan taman hiburan, penundaan belajar di sekolah, penangguhan kegiatan olahraga profesional, hingga pembatalan acara hiburan atau konferensi lainnya, yang memungkinkan terjadi pertemuan banyak orang.

Penutupan massal ini memang telah menambah rasa khawatir dan kepanikan yang besar terhadap penyakit tersebut. Akan tetapi, ini merupakan langkah baik dan tepat untuk menghindari penyebaran virus corona dan penyakit.

“Saya kira ini adalah cara yang baik untuk mencegah penyebaran atau mencoba mencegah penyebaran virus,” kata Robin Patel, President American Society of Microbiology seperti dikutip Healthline, Minggu (15/3/2020).

Dia melanjutkan bahwa penyebaran virus corona baru ini memprihatinkan, sehingga strategi terbaik yang harus dilakukan untuk menghadapinya saat ini adalah dengan menahan laju sebarannya. Dalam hal ini, misalnya tidak mengadakan kegiatan yang menghadirkan banyak orang.

Penyebaran Virus

Virus SARS-CoV-2 yang menjadi penyebab penyakit Covid-19 menyebar seperti virus corona lainnya yang menyebabkan penyakit pernapasan umum seperti flu. Virus menyebar melalui ‘tetesan’ yang diekskresikan dengan batuk, bersin, dan bernapas.

Kapan saja seseorang berada dalam jarak dekat dengan orang yang terinfeksi virus, disitu ada potensi penyebaran melalui tetesan aerosol. Hal ini yang menjadi landasan banyak pemangku kebijakan membatasi paparan melalui pertemuan massal.

Selain itu, virus corona baru ini juga bisa menular lewat kontak langsung, yakni melalui kontak permukaan dengan virus. Penelitian baru menunjukkan bahwa virus corona dapat hidup di permukaan tertentu seperti plastik dan stainles hingga 9 hari.

Kontak dengan permukaan dapat terjadi setelah tetesan keluar dari udara, yang berarti berbagai hal seperti gagang pintu, keyboard, atau benda yang sering disentuh lainnya dapat menjadi sumber paparan virus pada orang lain.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) secara spesifik meminta agar orang dewasa tua dan mereka yang memiliki kondisi medik kronis (jantung, diabetes, atau penyakit paru-paru) untuk menghindari kerumunan besar dan pertemuan publik massa.

Hal ini sebetulnya tidak mengharuskan orang yang sehat membatalkan rencana kegiatan mereka. Akan tetapi, penting untuk melakukan upaya penjagaan diri sendiri misalnya dengan tetap menggunakan masker dan rajin mencuci tangan.

“Kebersihan tangan yang teliti serta menghindari menyentuh mata, hidung, atau mulut sangat penting ketika berhadapan dengan mode penyebaran virus ini,” kata Robert Glatter, dokter darurat di Lenox Hill Hospital di New York City.

Sementara itu, Patel juga memberi tahu bahwa ada banyak cara untuk menjaga diri sendiri tetap aman dan membantu menghentikan potensi penyebaran penyakit virus corona.

“Jika seseorang batuk, mereka harus menutupi batuknya dengan tisu atau sika yang tertekuk. Jika seseorang sakit, mereka tidak boleh pergi ke acara atau bekerja atau berkumpul dengan orang lain,” katanya.

Pada akhirnya, setiap orang harus memiliki pengetahuan dan kesadaran tentang penyebaran virus corona baru yang bisa menular dengan cepat. Keputusan untuk tidak pergi ke tempat-tempat publik dalam kondisi ini merupakan langkah yang tepat dan harus disertai dengan pola hidup yang lebih bersih.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia