Kasus Corona di Tanah Air Meningkat, Presiden Jokowi: Langkah-Langkah Serius Telah Kita Ambil

Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kanan), Menteri BUMN Erick Thohir (kiri), dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan keterangan soal penangkanan Covid-19 di Terminal 3 Bandara Soekarto-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (13/3/2020). - Bisnis/Muhammad Khadafi
13 Maret 2020 15:37 WIB Muhammad Khadafi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Jumlah pasien positif maupun dan meninggal dunia akibat virus Corona atau Covid-19 di Tanah Air terus bertambah. Presiden Joko Widodo memastikan langkah-langkah serius dalam menangani virus Corona telah dilakukan.

"Langkah-langkah serius telah kita ambil tetapi juga saya sampaikan, di saat yang bersamaan kita tidak ingin menciptakan  rasa panik dan keresahan di tengah masyarakat," kata Presiden saat memberikan keterangan pers di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (13/3/2020).

Presiden menyampaikan bahwa Covid-19 telah menjadi permasalahan dunia. Pada pekan lalu, 88 negara mengonfirmasi terinfeksi virus tersebut. Kini, jumlah negara yang melaporkan kasus positif sebanyak 117 atau naik lebih dari 20 persen.

Seperti diketahui, hingga Kamis (13/3/2020), jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia mencapai 34 orang. Sebanyak 30 di antaranya adalah WNI, sedangkan 4 lainnya WNA.

Satu WNA dilaporkan telah meninggal dunia. Kondisi yang bersangkutan terbilang buruk sedari awal, karena memiliki penyakit penyerta.

Sementara itu sejumlah negara di Asia Tenggara telah melakukan upaya penanganan penularan Covid-19. Dewan Agama Islam Singapura (MUIS) menyatakan sejumlah masjid di negara tersebut bakal ditutup terkait kehadiran sekitar 90 warga Singapura yang hadir pada acara Jamaah Tabligh di Kuala Lumpur dari 27 Februari hingga 1 Maret yang mengakibatkan sejumlah orang dinyatakan positif corona. Dengan demikian negara tersebut menangguhkan Shalat Jumat hari ini (13/3/2020).

Sedikit berbeda dari Singapura, Malaysia memilih pembatasan waktu Shalat Jumat. Menteri Agama setempat meminta periode ibadah dipersingkat untuk mengurangi potensi penyebaran Covid-19 dari kerumunan massa.

Sumber : Bisnis.com