Israel Bakal Keluarkan Vaksin Virus Corona

Ilustrasi virus Corona. - REUTERS/Dado Ruvic
28 Februari 2020 18:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Vaksin Corona kini dikabarkan tengah dikembangkan.

Menteri Riset dan Tekonologi Israel Ofir Akunis telah mengumumkan saat ini mereka akan mengembangkan vaksin untuk melawan virus corona (COVID-19). Beberapa minggu lalu Israel melaksanakan penelitian untuk menemukan vaksin tersebut. Vaksin tersebut akan siap untuk turun ke pasar dan diedarkan kepada masyarakat, terutama di berbagai negara terdampak.

"Selamat kepada MIGAL (Institut Penelitian Galilea) atas terobosan yang menarik ini. Saya yakin akan ada kemajuan pesat lebih lanjut, dan memungkinkan kami untuk memberikan respon yang diperlukan terhadap ancaman virus COVID-19," ungkap Akunis yang dikutip dari Jerusalem Post, Jumat (28/2/2020).

Sebelumnya, tim ilmuwan MIGAL telah mengembangkan vaksin untuk melawan virus bronkitis menular (Infection Bronchitis Virus/IBV). Virus tersebut telah mengakibatkan para unggas juga terserang dan terinfeksi.

Akunis mengatakan dia telah menginstruksikan kepada direktur jenderal kementeriannya untuk mempercepat segala proses perijinan administrasi yang dibutuhkan agar vaksin akan segera cepat diedarkan ke masyarakat.

DR. Chen Katz, yaitu pemimpin kelompok bioteknologi MIGAL telah menyatakan, MIGAL akan bertanggung jawab untuk mengembangkan vaksin baru untuk melawan jenis virus corona, namun harus melalui proses regulasi dan uji klinis dalam produksi skala besar.

"Mudah-mudahan dalam beberapa minggu kami akan memiliki vaksin yang telah kami kembangkan, jika semuanya berhasil, kami akan memiliki vaksin untuk mencegah korona," ungkap Katz.

"Mengingat kebutuhan global yang mendesak pada masyarakat atas vaksin ini, maka kami akan mempercepat proses untuk pengembangan untuk menemukan vaksin ini," kata David Zigdon selaku CEO MIGAL.

Sementara itu, David mengatakan, saat ini mereka sedang dalam diskusi intensif dengan mitra potensial yang dapat membantu mempercepat fase uji coba dalam manusia, dan mempercepat penyelesaian pengembangan produk akhir dan kegiatan pengaturan. "Vaksin ini juga akan membutuhkan 90 hari untuk mendapatkan persetujuan ijin edar dari pemerintah," tegasnya.

Sumber : Okezone.com