Libur Lebaran, Wisata Klaten Diserbu Ratusan Ribu Pengunjun
Libur Lebaran 2026, wisata Klaten dikunjungi 555 ribu orang, Prambanan hingga umbul jadi favorit wisatawan.
Sop Ayam Bu Lastri/JIBI-Solopos.com-Taufik Sidik Prakoso
Harianjogja.com, KLATEN - Pengelola warung makan Sop Ayam Bu Lastri di trotoar Jl. Rajawali, Kelurahan Bareng, Klaten Tengah, Klaten, Jawa Tengah, meraup pendapatan puluhan juta rupiah per bulan.
Warung makan yang cukup terkenal itu dikelola pasangan suami istri bernama Jamaludin, 34, dan Lani Retnowati, 34. Usaha kuliner yang dirintis sejak lima tahun lalu itu memiliki omzet Rp50 juta hingga Rp80 juta per bulan.
Hampir saban malam hingga dini hari, warung itu tak pernah sepi pembeli. Tapi, siapa sangka ada kisah pahit di balik semangkuk sup ayam yang lezat tersebut.
Pasangan Jamal dan Lani ternyata pernah hidup paspasan dan melakoni pekerjaan sebagai tukang rosok serta pencari kroto. Jamal juga sempat bekerja sebagai tukang bangunan. Ketika tak ada order, Jamal menjalani rutinitas sebagai tukang rosok atau mencari kroto dibantu istrinya.
“Setiap cari rosok itu saya biasa bawa magnet untuk mencari paku keliling di wilayah Klaten,” kata Jamal saat berbincang dengan Solopos.com di warungnya pekan lalu.
Penghasilan Jamal dan Lani dari pekerjaan itu tak menentu. Rata-rata mereka mendapat Rp50.000-Rp100.000 per hari. Tak hanya mencukupi kebutuhan sehari-hari, pendapatan pasangan satu anak tersebut digunakan untuk menanggung utang ibunda Lani.
“Ibu saya dulu jualan sup namun vakum setelah sakit-sakitan dan masih punya hitungan dengan rentenir sehari itu bisa butuh sampai Rp70.000 untuk melunasi. Saya cari rosok untuk melunasi itu,” kata Lani yang mengaku tak tamat SMP.
Jamal dan Lani yang dulunya miskin sering dicaci maki tetangga. Tapi mereka menjadikan cacian itu sebagai cambuk untuk terus berusaha.
Kehidupan Jamal dan Lani berubah sejak merintis usaha kuliner sup ayam sekitar lima tahun lalu. Ide banting setir membuka warung itu mengikuti saran ibunda Lani, Lastri, yang pernah membuka warung sup ayam.
Bermodal tabungan Rp500.000, Jamal dan Lani membuka warung sup dengan berjualan mulai subuh ketika warung yang biasa buka di tempat mereka kali ini mangkal tutup. Awalnya, mereka hanya menyembelih tiga ekor ayam.
Lambat laun, jumlah pembeli kian meningkat. Jam buka warung berubah mulai pukul 01.00 WIB, pukul 00.00 WIB, hingga kini mulai berjualan pukul 21.00 WIB. Jumlah ayam yang mereka sembelih terus bertambah hingga kini butuh 30-35 ayam per hari.
Warung makan tersebut kabarnya sering didatangi artis ibu kota seperti Didi Kempot dan Soimah Pancawati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Libur Lebaran 2026, wisata Klaten dikunjungi 555 ribu orang, Prambanan hingga umbul jadi favorit wisatawan.
Cristian Chivu sukses membawa Inter Milan meraih double winner Serie A dan Coppa Italia musim 2025/2026.
Canva resmi menghadirkan fitur Canva Offline yang memungkinkan pengguna tetap edit desain tanpa koneksi internet.
Kemlu RI mengecam tindakan Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 dan terus mengupayakan pembebasan WNI yang ditangkap.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.