Big Bad Wolf 2020 Kembali Digelar, Jasa Titip Buku Dibatasi

Pengunjung memilih buku di bazar buku Big Bad Wolf Book Sale Bandung 2019 di Kota Baru Parahyangan (KBP), Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (27/6/2019). - Bisnis/Rachman
26 Februari 2020 22:47 WIB Desyinta Nuraini News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Jasa titip  (jastip) tampaknya melekat pada bazar buku terbesar di dunia, Big Bad Wolf (BBW).

Tahun lalu, banyak pegiat jastip yang menyambangi bazar BBW. Pasalnya usaha ini memberi keuntungan belasan juta rupiah dengan tarif jastip rata-rata Rp5.000-Rp20.000.

Namun Presiden Direktur PT Java Ritel Indonesia UIi Silalahi mengatakan pada tahun ini akan ada pembatasan untuk para jastip membeli buku di BBW 2020, di ICE BSD, Tangerang. Pembatasan tersebut berlaku khususnya di Jakarta.

"Satu judul buku hanya boleh diambil 4 buku, tidak boleh block area, security kamu akan keliling terus mengawasi," katanya di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (25/2/2020).

Uli mengatakan ada area khusus untuk para jastip agar tidak mengganggu customer lainnya. Kendati demikian, pihaknya sangat berterima kasih dengan adanya pegiat jastip yang secara tidak langsung mendistribusikan buku bagi mereka yang tidak bisa hadir di BBW.

Sementara itu, Uli memberi tips bagi para book lover atau book seeker yang ingin hadir di BBW. Pertama, cukup datang saja. Kemudian membaca buku yang ada di sana karena BBW seperti perpustakaan paling banyak menyediakan buku. Setelah itu jika tertarik, barulah membeli buku tersebut.

Untuk harga, Uli mengatakan BBW akan menyediakan buku semurah mungkin. Sebab misi dari BBW adalah menumbuhkan minat baca masyarakat Indonesia.

Di sisi lain, BBW tetap mengajak para pengunjung yang hadir untuk berpartisipasi mendonasikan buku-buku yang mereka beli di kornet Red Readerhood. Buku-buku yang didonasikan akan disalurkan ke seluruh masyarakat Indonesia yang membutuhkan. Tahun lalu, bazar buku BBW telah mendonasikan 16.314 buku untuk perpustakaan dan sekolah di 7 kota, antara lain Jakarta, Bandung, Jogja, Surabaya, Medan, Balikpapan, dan Makassar.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia