Mahfud Md. Klaim Penolakan Renovasi Gereja di Tanjung Balai Karimun Selesai, Para Pihak Menahan Diri

Menko Polhukam Mahfud MD (kiri) didampingi Mendagri Tito Karnavian (kanan) memberikan keterangan pers usai mengadakan pertemuan di Jakarta, Selasa (4/2/2020). Pertemuan tersebut untuk membahas penanganan pengamanan ratusan WNI yang baru saja dievakuasi ke Kabupaten Natuna dari Wuhan, China. - Antara
17 Februari 2020 18:27 WIB Andya Dhyaksa News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah mengklaim persoalan renovasi Gereja Katolik Paroki Santo Joseph Tanjung Balai Karimun, Kepulauan  Riau, sudah dibereskan. Para pihak terkait disebut-sebut sudah sepakat untuk menahan diri.

"Pada akhirnya disepakati bahwa semuanya sekarang untuk menahan diri tidak melakukan langkah apapun yang akan menimbulkan ketegangan," kata Mahfud, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin, (17/2/2020).

Menurut Mahfud, gereja dan masyarakat Karimun sepakat menunggu putusan Pengadilan Tata Usaha Negara terkait tafsir antara renovasi dan pembangunan. "Apakah izin mendirikan bangunan sama dengan renovasi atau tidak, itu kan yang jadi pokok masalah," ucap dia.

Mahfud membantah ada pimpinan gereja Karimun yang dipanggil oleh kepolisian daerah setempat. Ia berujar yang dipanggil polisi merupakan warga biasa dan pemanggilan itu dibatalkan.

"Saya cek itu bukan pendeta, itu seorang pembuat tulisan yang dianggap provokatif di medsos, namanya RP. Saya bilang siapa pun dia jangan dipanggil polisi dulu sebelum ada putusan pengadilan," tuturnya.

Polemik bermula dari aktivitas pembongkaran gereja pada Kamis, 6 Februari 2020. Namun kegiatan ini mendapat penolakan dari sekelompok masyarakat.

Mereka yang menolak beralasan tak boleh ada pembangunan gereja sebelum putusan PTUN keluar. Massa yang menolak lalu mengepung gereja itu dan sempat terjadi ketegangan.

Sebelumnya, kasus ini mendapat perhatian Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). Menurut Jokowi, peristiwa di Tanjung Balai, dan Minahasa, akan menjadi preseden bagi kerukunan hidup beragama di Indonesia.

Sumber : Bisnis.com