Penghina Wali Kota Risma Berkali-Kali Minta Maaf

Zikria saat meminta maaf. - Detikcom/Amir Baihaqi
04 Februari 2020 10:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SURABAYA - Zikria, 43, netizen penghina Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini akhirnya dihadapkan kepada media. Ibu rumah tangga asal Bogor itu berkali-kali meminta maaf.

Zikria mengenakan baju tahanan dengan masker yang menutupi mukanya saat dihadapkan kepada media. Zikria lebih banyak menunduk dan terdiam sebelum akhirnya diberikan kesempatan untuk bicara.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Saya selaku Zikria sangat sangat sangat menyesali apa yang telah saya lakukan ini. Karena pada dasarnya saya tidak punya berniat untuk menghina Bunda Risma.

Hanya karena dunia maya lah yang membuat saya terpicu. Penghinaan satu sama lain yang dituju pada saya bermain di media sosial itu.
Baca juga:
Ini alasan Zikria Hina Risma: Anies Sering Dibully

Tapi saya berusaha berusaha menunjukan siapa diri saya tidak seperti apa yang masyarakat Surabaya pikirkan.

Saya cuma ibu rumah tangga biasa sampai saya ketakutan, anak anak saya diteror, anak-anak saya diancam, saya sendiri di-bully, ini cukup jadi pelajaran bagi saya. Terlebih lagi kepada Bunda Risma.

Saya tidak kenal dengan Ibu Risma. Saya mohon maaf bunda. Saya mohon maaf. Tolong maafkan saya atas kelakuan apa yang saya sudah perbuat," ujar Zikria dalam permintaan maafnya di hadapan media di Polrestabes Surabaya, Senin (3/2/2020).

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran mengatakan motif yang melatarbelakangi penghinaan terhadap Risma adalah sakit hati. Zikria sakit hati karena Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta) sering dibully dan dibanding-bandingankan dengan Risma.

"Motifnya pelaku sakit hari karena Anies (Gubernur DKI Jakarta) sering di-bully," ujar Sudamiran.

Sudamiran mengatakan meski bukan warga Jakarta, namun pelaku merasa sakit hati karena di media sosial Anies sering dibully soal banjir. Untuk itu, ia melampiaskan dengan membalasnya juga di media sosial.

Pelaku sendiri tercatat sebagai warga Bogor bukan Jakarta. Namun pelaku hanya bersimpati saja.

"Dari Bogor, sakit hatinya karena (Anies) sering dibully banjir," terang Sudamiran.

Setelah dua kali memposting ujaran penghinaan kepada Risma, Zikria kemudian menonaktifkan facebook-nya. Hal itu dilakukannya karena itu ia mengaku kerap di-bully dan anak-anaknya diteror.

"Saya cuma ibu rumah tangga biasa sampai saya ketakutan. Anak anak saya diteror, anak-anak saya diancam, saya sendiri di-bully," kata Zikria.
Baca juga:
Sebelum Ditangkap Hina Risma, Zikria Sempat Reset HP dan Buang SIM Card

Setelah menutup facebooknya, Zikria mencoba menghapus jejak. Ia mereset HP-nya. Tak hanya itu, Zikria juga memotong lalu membuang SIM card-nya. Tetapi Zikria tidak membuang dua HP yang telah digunakannya untuk mengakses facebook.

Dua HP itu telah disita polisi. Dua buah HP itulah yang dijadikan barang bukti polisi dalam kasus ini.

"Untuk SIM card-nya telah dipotong dan dibuang. Tapi kami menyita dua buah handphone miliknya," kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Sandi Nugroho.

Atas perbuatannya, Zikria terancam pasal berlapis. Pasal yang menjeratnya yakni Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) dan Pasal 45 ayat (3) Jo Pasal 27 ayat (3) UU RI nomor 19 tahun 2016. Adapun ancaman kedua pasal ITE itu masing-masing hukumannya adalah 6 tahun dan 4 tahun penjara.

Tak hanya itu, Zikria juga dikenakan Pasal 310 KUHP ayat (1) dan (2) tentang pencemaran nama baik. Ancamannya yakni penjara 1 tahun 4 bulan atau 9 bulan penjara.

"Saat ini tersangka sedang diperiksa untuk melengkapi lidik atau alat bukti yang lain yang segera akan dilimpahkan ke pengadilan untuk memberi kepastian hukum," tandas Sandi.

Sumber : detik.com