Ada Satu Warga Negara Asing Ikut Dievakuasi ke Natuna

Pria berusia 67 tahun dan istrinya yang sebelumnya dinyatakan terinfeksi 2019-nCoV meninggalkan rumah sakit di Wuhan, China, Sabtu (1/2/2020). Seorang dokter turut merayakan kesembuhan kedua pasiennya itu. - Antara
02 Februari 2020 20:27 WIB Rayful Mudassir News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Sebanyak 243 dari Wuhan China telah berhasil dievakuasi dan tiba dengan selamat di Kepulauan Natuna, Minggu (2/2/2020).

Dari 243 orang tersebut perinciannya 237 warga negara Indonesia (WNI), lima anggota Tim Aju Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing, dan ada satu warga negara asing (WNA) suami dari salah satu WNI. 

Bisnis masih menggali informasi terkait dengan identitas WNA tersebut ke Kementerian Luar Negeri (Kemlu). Namun, hingga berita ini dirilis belum mendapatkan jawaban.

Sementara itu, dari semula rencana evakuasi 145 WNI, ternyata ada empat orang yang memilih untuk tetap tinggal di China, karena alasan keluarga. Adapun tiga WNI lainnya tidak lolos screening kesehatan untuk terbang ke kampung halaman.  

KBRI Beijing menyatakan terus menjalin komunikasi dengan ketiga WNI tersebut dan berkoordinasi dengan pihak asrama universitas serta pemerintah China. Upaya ini untuk memastikan kondisi dan kebutuhan yang mereka perlukan dapat dipenuhi.

"Kemlu juga telah menghubungi keluarga masing-masing di Indonesia," demikian tulis siaran pers yang dirilis Kemlu RI, Minggu (2/2/2020).

Adapun semua orang yang telah dievakuasi telah melalui pemeriksaan kesehatan berlapis. Pemeriksaan dimulai oleh otoritas kesehatan China dan dilanjutkan oleh Tim Dokter Indonesia di Bandara Internasional Wuhan. 

 “Langkah antisipasi itu dilakukan untuk memastikan seluruh penumpang dalam keadaan sehat.” 

Saat transit di Batam dan sebelum dipindahkan ke pesawat TNI AU, seluruh penumpang kembali menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Batam, dan dinyatakan seluruhnya dalam kondisi sehat.

Adapun setiba di Natuna, para penumpang menjalani proses observasi selama 14 hari di Lanud Raden Sadjad. Kementerian Kesehatan, TNI dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana telah menyiapkan fasilitas umum dan kesehatan untuk keamanan dan kenyamanan bersama.

Sumber : Bisnis.com