Mahasiswa RI di China Minta Ini Sebelum Dievakuasi dan Dikarantina

Ilustrasi-Jalan kosong terlihat di Wuhan, provinsi Hubei, China, Rabu (29/1/2020). Instagram - emilia via Reuters
30 Januari 2020 10:27 WIB Saeno News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kalangan mahasiswa Indonesia di China  masih membahas terkait lokasi karantina selama 28 hari bagi WNI yang akan dievakuasi dari China terkait wabah virus corona.

Di luar itu, WNI di China sudah diinformasikan untuk menyiapkan passport, izin orang tua, dan administratif lainnya terkait evakuasi dan karantina. Satu hal yang menjadi perhatian, sudah ada kejelasan soal adanya rencana untuk mengevakuasi mereka.

"Titik terang evakuasi, Saya ucapkan terima kasih sama media telah membantu kami membantu sehingga titik terang ini terwujud. Proses evakuasi dan bantuan kerja sama dengan KBRI, Kemenlu, BNPB, TNI AU semoga berjalan dengan baik dan lancar," ujar Khoirul, Kamis (30/1/2020).

Mahasiswa Indonesia yang kuliah salah satu universitas di China itu menyampaikannya dalam pesan singkat di grup WA Wuhan Corona Fighter yang juga menjadi sarana penyampaian informasi keadaan mereka.

Khoirul juga menyebutkan soal rencana karantina selama 28 hari. "Sebagian besar mahasiswa di kampus saya sudah setuju, sebagian lagi masih berkonsultasi dengan orang tua dan orang terdekatnya. Saat ini tugas saya adalah meyakinkan supaya mau dikarantina di Indonesia... at least kita lebih terjaga dan terawat daripada tinggal di asrama." 

Terkait mahasiswa Indonesia yang sakit di China, Khoirul memastikan tidak terkait virus corona. 

"Mahasiswa yang sakit saya konfirmasi lagi melalui ketua ranting yang lain adalah bukan gejala Ncov, hanya batuk biasa dan berangsur membaik hari ini," ujar Khoirul.

Di sisi lain, Khoirul meminta agar pemerintah tidak merilis kepada publik  nama-nama yang akan dievakuasi. "Cukup keluarga saja yang tahu, mengingat dampak sosial dan individual sehingga potensi bullying di masyarakat tidak terjadi."

"Bantu kami menguatkan moral kami supaya kami bisa segera bertemu dengan keluarga kami," pinta Khoirul.

Sebelumnya, Rabu (29/1), Kementerian Luar Negeri menyatakan terus mematangkan rencana evakuasi WNI di sejumlah wilayah di China (RRT) yang terpapar wabah virus corona baru (2019-nCoV).

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah menugaskan duta besar RI di Beijing untuk menjalin komunikasi intensif dengan otoritas China mengenai rencana tersebut.

"Menlu telah secara khusus meminta Dubes RI di Beijing untuk melakukan komunikasi intensif dengan otoritas RRT agar RRT memberikan fasilitas bagi proses evakuasi WNI di Provinsi Hubei. Pesan yang sama juga telah disampaikan oleh Kemenlu kepada Kedutaan Besar RRT di Jakarta," kata Faizasyah di Kantor Kemenlu, Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Menurut Faizasyah, jumlah WNI yang tinggal di daerah karantina, Provinsi Hubei, sebanyak 243 orang. WNI yang mayoritas merupakan mahasiswa tersebut tersebar di Wuhan, Xianing, Huangshi, Jingzhou, Xianyang, Enshi, dan Shiyan. Keberadaan WNI yang tersebar tersebut membuat rencana evakuasi memerlukan persiapan teknis yang matang.

Faizasyah menuturkan KBRI Beijing tengah melakukan koordinasi dengan otoritas setempat dan terus melakukan persiapan teknis untuk memastikan proses evakuasi dapat dilakukan secara tepat dan cepat.

 

Sumber : Bisnis.com