Google Rayakan Dangdut di Hari Musik Dunia 2026
Google Indonesia merilis Doodle bertema dangdut di Hari Musik Dunia 2026, lengkap fitur AI dan lonjakan tren pencarian musik lokal.
Raja Keraton Sejagat/ist
Harianjogja.com, SEMARANG - \'Raja\' Keraton Agung Sejagat, Toto Santoso akhirnya mengaku jika keraton yang didirikannya fiktif. Dia menyesal atas perbuatan yang dilakukannya itu.
"Saya rasa untuk selanjutnya saya serahkan kepada proses hukum yang berjalan, saya tidak mau berkomentar banyak saat ini. Saya menyesal," kata Toto di ruang Dir Krimum Polda Jateng, Semarang, Selasa (21/1/2020).
Ia menyebut permintaan maaf dan penyesalannya tersebut juga mewakili tersangka Fanni Aminadia atau \'Ratu\' Keraton Agung Sejagat.
Toto yang menggunakan baju tahanan warna biro didampingi kuasa hukumnya, Muhammad Sofyan. Toto tak banyak bicara dan terus menunduk. Suaranya pun lirih saat bicara.
Muhammad Sofyan menambahkan, Toto tidak bisa menjawab lebih lanjut karena sudah masuk materi penyidikan. Saat ini penyidikan masih berlangsung.
"Sudah sangkut materi, Pak Toto tidak bisa menjawab lebih lanjut," kata Sofyan.
Diberitakan sebelumnya, selain soal Keraton Agung Sejagat yang fiktif, janji-janjinya ke pengikut juga palsu.
"Membuat janji dengan pengikut saya juga fiktif," kata Toto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : detik.com
Google Indonesia merilis Doodle bertema dangdut di Hari Musik Dunia 2026, lengkap fitur AI dan lonjakan tren pencarian musik lokal.
Rumor kerja sama Apple dan Intel untuk produksi chip di AS memicu lonjakan saham Intel hingga 10 persen.
Ferrari Luce EV menuai kontroversi global namun laris di Thailand meski desainnya dikritik keras.
Beiranvand tampil heroik saat Iran tahan Belgia di Piala Dunia 2026, catat tujuh penyelamatan dan rekor lemparan terjauh dunia.
Psikolog ungkap 10 tanda ketidakmatangan emosional, mulai dari mudah marah hingga sulit mengakui kesalahan.
Pendekatan dalam menanamkan nilai-nilai ideologi bangsa kepada generasi muda memerlukan terobosan baru