Diserang Rusia, Ukraina Punya Cara Rayakan Kemerdekaannya Hari Ini
Hari Kemerdekaan Ukraina ke-31 diperingati pada hari ini, Rabu (24/8/2022). Namun, perayaan tahun ini berbeda karena invasi Rusia.
Logo PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata RI (Asabri)/Istimbewa
Harianjogja.com, JAKARTA - Direktur Indonesian Public Institute Karyono Wibowo mempertanyakan konsistensi Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera dalam mendorong pembentukan Panitia Khusus DPR untuk kasus PT Jiwasraya dan Asabri dipertanyakan.
Karyono menyebutkan kedua parpol itu hanya getol mendorong pembentukan Pansus untuk kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero), namun tidak menunjukkan sikap yang sama pada kasus PT Asabri (Persero).
"PKS dan Demokrat tidak konsisten. Yang Jiwasraya dibongkar dan yang ASABRI dilindungi. Jadi patut dipertanyakan keseriusan PKS dan Demokrat dalam menegakkan hukum untuk membongkar kasus-kasus korupsi. Kalau memang mau serius, harusnya tidak ada perbedaan antara keduanya," kata Karyono dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (18/1/2020).
Menurut Karyono, sangat wajar jika publik menaruh curiga atas sikap inkonsisten yang ditunjukkan PKS dan Demokrat dalam menyikapi kasus Jiwasraya dan Asabri.
"Sikap yang tidak konsisten ini justru akan menimbulkan tanda tanya besar. Mengapa Fraksi PKS dan Demokrat di DPR hanya ingin membentuk Pansus Jiwasraya sementara untuk Asabri tidak. Jangan-Jangan ada udang di balik batu. Melindungi pihak tertentu," ujarnya.
Karyono mengingatkan agar Fraksi Demokrat dan PKS konsisten dalam penegakan hukum serta mengawal kasus Jiwasraya dan Asabri dengan semangat dan orientasi mencari solusi.
"Jangan mengedepankan kepentingan politik semata daripada mencari solusi," kata Karyono.
Sebelumnya nasabah Jiwasraya secara berbondong-bondong menolak wacana pembentukan Pansus yang digulirkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Salah satu nasabah Jiwasraya, Budi Setiyono mengaku penolakan itu didasarkan pada rasa trauma pada pansus kasus Bank Century. Saat itu keberadaan pansus malah menjadikan kasus Century sebagai komoditas politik semata dan tidak memberikan kepastian untuk pengembalian uang nasabah.
"Yang ada, pansus hanya membuat gaduh dan tidak menjamin pengembalian uang kami. Kami trauma dengan pansus Century yang akhirnya uang nasabah tidak kembali," katanya, Senin (13/1).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Hari Kemerdekaan Ukraina ke-31 diperingati pada hari ini, Rabu (24/8/2022). Namun, perayaan tahun ini berbeda karena invasi Rusia.
Prabowo menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski kurs dolar dan ekonomi global bergejolak.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.