Peti Mati Ratu Elizabeth II Sudah Tiba di Edinburg
Rombongan pemakaman yang membawa peti mati Ratu Elizabeth II tiba di kediaman resminya di Edinburgh, Holyroodhouse.
Ilustrasi Gedung KPU RI, Jakarta. ANTARA/Melalusa Susthira K.
Harianjogja.com, JAKARTA - Meski Koalisi Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangka (PKB) kian membuka peluang pasangan calon presiden (capres) menjadi tiga sampai empat, namun sebelum ada capres yang terdaftar secara resmi di Komisi Pemilihan Umum (KPU), dinamika politik masih akan tinggi menjelang Pemilu 2024.
Demikian dikemukakan sejumlah pengamat politik terkait bertambahnya koalisi parpol setelah Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) terbentuk.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengungkap, koalisi partai yang telah terbentuk akan terus dinamis sejauh belum ada calon presiden (capres) yang definitif.
Menurutnya, berbagai kemungkinan bisa terjadi sebelum para capres terdaftar secara resmi di KPU, sehingga koalisi partai bisa saja berubah.
"Sepanjang belum ada tokoh yang terdaftar di KPU sebagai peserta Pilpres 2024, maka sepanjang itu juga dinamika koalisi masih belum stabil," ujarnya.
BACA JUGA: Update! Ini Perkembangan Pemberian Sanksi Terkait Kasus SMAN 1 Banguntapan
Menurut Dedi, KIB menjadi koalisi partai yang paling berisiko mengalami perpecahan. Penilaian itu didasarkan pada belum adanya tokoh potensial dari internal.
"KIB menjadi koalisi yang paling rentan terpecah, hal ini kaitannya dengan belum adanya tokoh potensial terusung, berbeda dengan PDIP yang telah menyiapkan Puan Maharani, atau Gerindra dengan Prabowo," tambahnya.
Akan tetapi setidaknya, pembentukan koalisi tersebut akan memastikan ada 3-4 calon dalam pemilu mendatang setelah Partai Golkar, PPP, dan PAN membentuk KIB dan koalisi Gerindra-PKB yang sudah menandatangani piagam deklarasi kerja sama.
Sedangkan pengamat politik Danis Wahidin mengatakan koalisi tidak bisa disebut permanen karena politik adalah the art of possibility, politik kemungkinan sehingga perubahan bisa sampai detik terakhir. Namun, dia mengakui keberadaan koalisi politik sangat penting dalam iklim demokrasi.
“Koalisi partai politik adalah hal yang harus dilakukan untuk membangun kebersamaan politik,” kata Danis.
Dia mengatakan, umumnya model koalisi yang dibangun bersifat nasionalis-religius. Dengan demikian, dari koalisi yang ada saat ini, akan ada tiga sampai empat pasangan capres.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Rombongan pemakaman yang membawa peti mati Ratu Elizabeth II tiba di kediaman resminya di Edinburgh, Holyroodhouse.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Harga pangan nasional hari ini menunjukkan cabai rawit merah Rp78.500/kg, telur Rp33.950/kg. Simak daftar lengkap harga terbaru dari PIHPS.
Momen haru terjadi usai sidang tuntutan Nadiem Makarim. Ia merangkul sopir ojol yang datang memberi dukungan di Pengadilan Tipikor.
Satpol PP Bantul menertibkan puluhan spanduk dan rontek liar yang dipasang melintang di jalan dan dekat lampu lalu lintas.
Meta memakai AI untuk mendeteksi akun anak di bawah 13 tahun di Facebook dan Instagram tanpa verifikasi dokumen.