Warga Laporkan Kerugian Rp44,5 Miliar akibat Banjir Jakarta

Mobil terendam banjir di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan - Antara/Sigid Kurniawan
12 Januari 2020 23:47 WIB Feni Freycinetia Fitriani News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Sebanyak 265 orang warga melaporkan kerugian akibat banjir yang melanda sebagian besar wilayah DKI Jakarta pada 1 Januari 2020.

Koordinator Tim Advokasi Korban Banjir DKI Jakarta 2020 Alvon Kurnia Palma mencatat perkembangan terbaru jumlah pelaporan warga DKI Jakarta yang menyampaikan melalui email banjirdki2020@gmail.com.

"Tim pendataan telah menerima 651 email yang masuk pada Sabtu [11/1/2020]. Sebanyak 265 email telah terindikasi laporannya, tetapi terdapat 4 email yang belum memenuhi persyaratan yang diminta oleh tim," katanya saat dikonfirmasi, Minggu (12/1/2020).

Dia menuturkan warga DKI Jakarta yang mengalami kerugian akibat banjir harus melampirkan persyaratan administrasi, antara lain dokumen berupa nama lengkap sesuai KTP, alamat tempat tinggal, Foto KTP DKI Jakarta, jumlah nilai perkiraan kerugian, serta foto bukti harta / aset yang terkena dampak banjir.

Berdasarkan laporan, warga yang tinggal di wilayah Jakarta Barat paling banyak mengirimkan laporan, yaitu sebanyak 48,9% atau 137 warga dari total laporan yang tercatat.

Laporan terbanyak kedua berasal dari warga yang tinggal di wilayah Jakarta Timur, yaitu mencapai 22,9% atau 64 warga.

"Sedangkan Wilayah Jakarta Pusat adalah wilayah yang paling sedikit melaporkan kepada tim, hanya 10 warga atau sekitar 3,6%," ucapnya.

Dari 5 wilayah DKI Jakarta tercatat 46 kecamatan yang melaporkan kepada Tim. Berdasarkan wilayah kecamatan, dari wilayah Jakarta Barat terdapat 14 kecamatan, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur masing-masing 11 kecamatan, Jakarta Pusat 6 kecamatan dan Jakarta Utara 4 kecamatan. Kecamatan yang paling banyak melaporkan adalah Kecamatan Cengkareng sebanyak 40 warga, Kecamatan Kebon Jeruk 39 warga dan Kecamatan Kembangan 20 warga.

Dari 265 laporan warga DKI Jakarta yang melapor, tercatat 249 warga yang melaporkan nilai kerugian harta bendanya dengan total nilai kerugian mencapai Rp44,5 miliar.

"Nilai kerugian terkecil senilai Rp498 ribu dan nilai kerugian terbesar mencapai Rp 8,7 miliar," tuturnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia