Perkosa Ratusan Pemuda, WNI Dihukum Seumur Hidup Atas Kasus Pemerkosaan Terbesar di Sejarah Inggris

Ilustrasi . - Antara
06 Januari 2020 22:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, MANCHESTER- Seorang pria Indonesia dinyatakan bersalah telah memperkosa ratusan pemuda.

Ia dijatuhi hukuman oleh pengadilan Manchester, Inggris, Senin (6/1/2020), terkait ratusan kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual. Ini bukan sidang pertama bagi pria bernama Reynhard Sinaga (36) itu, melainkan yang ketiga dan keempat.

Reynhard diyakini telah memerkosa dan melecehkan setidaknya 195 orang selama 2,5 tahun, yakni sejak 2015 sampai 2017, seperti dilaporkan The Guardian.

Dia lebih dulu membujuk para korban ke flatnya lalu membius korban. Dia lalu melecehkan dan memerkosa para korban yang dalam kondisi pingsan.

Wakil kepala jaksa penuntut, Ian Rushton, mengatakan Reynhard merupakan pemerkosa paling produktif dalam sejarah hukum Inggris.

Dia terbukti melakukan 159 pelanggaran, termasuk 136 pemerkosaan yang direkam menggunakan kamera ponsel. Polisi belum mengidentifikasi setidaknya 70 korban lainnya.

Atas dakwaan itu, Reynhard dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dengan waktu minimal 30 tahun.

Mahasiswa itu sudah menjalani 88 hukuman seumur hidup serta minimal 20 tahun penjara sebelum mendapat pertimbangan pembebasan bersyarat dalam dua persidangan pada 2018 dan 2019. Kasus ini terkait dengan 25 korban.

Sementara untuk sidang terbaru ini, dia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup terkait dengan 23 korban lainnya. Dengan demikian, dia sudah menjalani sidang untuk 48 korban yang kesemuanya laki-laki.

Reynhard pindah ke Inggris pada 2007 di usia 24 tahun. Sebagian besar korbannya merupakan mahasiswa berusia belasan atau di awal 20 tahunan.

Pengadilan mengungkap, Reynhard memiliki formula khusus untuk bisa menjerat korbannya dari kelab malam. Dia selalu berhasil merayu para pria setelah mereka keluar dari kelab.

Reynhard berangkat setelah tengah malam dan menunggu di luar klub di Manchester, biasanya Factory atau Fifth. Dia lalu membidik para heteroseksual yang diusir oleh penjaga kelab atau tak punya teman kencan. Semua korbannya dibawa dalam keadaan mabuk.

Setelah menangkap, kepolisian Greater Manchester menemukan rekaman pada dua ponsel iPhone yang memperlihatkan bagaimana pelaku memerkosa sejumlah pemuda dalam kondisi pingsan.

Kepolisian Greater Manchester menemukan video berkapasitas 3,29 TB setara dengan 250 DVD atau 300.000 foto, menggambarkan pemerkosaan yang dalam dalam satu kasus durasinya bisa mencapai 8 jam.

Sumber : iNews.id