Tim Penyidik KPK Panggil Mantan Ketua KONI
Mantan Ketua KONI pusat Tono Suratman dipanggil tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (21/1/2020).
Petugas pemadam kebakaran mengevakuasi korban saat simulasi penanggulangan kebakaran di gedung KPK, Jakarta, Jumat (14/9). Kegiatan tersebut untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus edukasi jika terjadi kebakaran di gedung lembaga antirasuah itu./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo akan melantik lima komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terpilih periode 2019-2023 di Istana, Jumat (20/12/2019).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, lima pimpinan baru yang terdiri dari Firli Bahuri, Alexander Marwata, Nurul Ghufron, Lili Pintauli dan Nawawi Pomolango akan dilantik pada sore hari.
Jokowi juga secara bersamaan akan melantik jajaran anggota Dewan Pengawas KPK. Dewas KPK adalah jabatan terbaru yang dimiliki tubuh lembaga itu sesuai UU baru No.19/2019.
Usai pelantikan di Istana Negara, lima pimpinan KPK yang sudah dilantik akan melakukan serah terima jabatan (sertijab) dengan komisioner sebelummya: Agus Rahardjo, Alex Marwata, Basaria Panjaitan, Laode M. Syarif dan Saut Situmorang, di Gedung Penunjang KPK.
Dalam jadwal acara yang diterima Bisnis, acara akan berlangsung pada pukul 15.00 WIB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Mantan Ketua KONI pusat Tono Suratman dipanggil tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (21/1/2020).
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.655 per dolar AS. BI siapkan intervensi agresif di pasar valas dan obligasi.
DPR mendesak Kemenlu bergerak cepat menyelamatkan WNI yang ditangkap Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza.
Menkomdigi Meutya Hafid mengecam Israel usai menahan jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.