Gegara Anak Jokowi Maju Pilkada Solo, Kantor DPC PDIP Solo Digeruduk Kadernya Sendiri

Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka saat mendaftar secara resmi sebagai bakal calon wali kota Surakarta di kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah di Semarang, Kamis (12/12/2019). - Antara
20 Desember 2019 03:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SOLO-Internal PDIP di Solo, Jawa Tengah pecah gegara Gibran Rakabuming Raka maju jadi calon wali kota.

Keikutsertaan putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka di Pilwalkot Solo membuat suhu di internal PDIP Solo mulai memanas.

Ratusan kader partai PDIP Perjuangan yang mengatasnamakan diri "Banteng-Banteng Solo Tengah Bersatu" mendatangi kantor DPC PDIP di Brengosan, Laweyan, Purwosari, Laweyan, Solo.

Kedatangan para kader banteng ini, selain memberikan surat pernyataan sikap mereka di Pilwalkot ini, juga meminta kepada Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri agar mendengar aspirasi arus bawah yang secara bulat dan sepakat telah memberikan mandat kepada pasangan Ahmad Purnomo - Teguh Prakoso, bukan ke Gibran yang disebutkan baru sebagai kader.

Koordinator Banteng-banteng Solo Tengah Bersatu, Bambang Kade mengatakan kedatangan mereka di sekretariat DPC PDIP ini untuk menunjukan bukti pada pihak DPP, bila meraka telah merapatkan barisan untuk mengawal suara arus bawah yang telah memberikan mandat pada Ahmad Purnomo - Teguh Prakoso maju sebagai Calon Walikota dan calon Wakil Walikota di Pilkada ini.

"Kami ingin menunjukan kalau kami telah merapatkan barisan satukan sikap dukung calon yang sudah diajukan DPC PDIP Solo ke DPP, yaiti Purnomo-Teguh," jelas Bambang, Kamis (19/12/2019).

Menurut Bambang, ini sebagai bukti arus bawah Banteng di kota Solo tegak lurus satu garis komando 'merah' yang setia dan patuh pada pimpinan dan pelindung. Yang mana, dalam Pilwalkot ini, seluruh kader partai telah sepakat memberikan mandat pada Ahmad Purnomo - Teguh Prakoso.

"Kami siap berjuang penuh semangat memenangkan pilihan kita Achmad Purnomo-Teguh Prakoso," tegasnya.

Bambang menambahkan, keputusan mereka untuk mengamankan mandat yang telah diputuskan merupakan bentuk aspirasi arus bawah yang melihat pasangan Purnomo - Teguh merupakan sosok yang tepat memimpin Kota Solo ke depannya. Apalagi, Ahmad Purnomo telah berpengalaman memimpin kota Solo.

Pantauan di lapangan, sebelum beranjak meninggalkan DPC PDIP, merekab memberikan surat pernyataan kepada Bendahara Partai DPC PDIP Solo Johni Sofyan E yang menemuinya.

Di hadapan massa, Johni mengatakan surat pernyataan yang sudah diterimanya ini akan diteruskan pada pimpinan partai.

"Ini (surat pernyataan) akan diteruskan kepada pimpinan," pungkasnya.

Sumber : Okezone.com