Bareskrim Sita 11 HP dan iPad dari Para Jenderal dalam Kasus Penyadapan Presiden
Bareskrim menyita 11 ponsel, satu iPad, dan empat flashdisk dalam penyidikan kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo.
3.000 pelajar mikuti peringatan hari antikorupsi di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah./Bisnis-Alif Nazzala Rizqi
Harianjogja.com, SEMARANG - Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2019 diperingati sebanyak 3.000 pelajar dari berbagai sekolah di Jawa Tengah dengan menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Gubernur Jateng, Jl Pahlawan Kota Semarang, Minggu (8/12/2019). Uniknya, aksi tersebut itu dipimpin Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.
Sejak pagi ribuan pelajar itu sudah memenuhi kawasan Simpanglima Kota Semarang. Sambil berjalan menuju depan kantor Gubernuran, mereka meneriakkan yel-yel antikorupsi dan mengangkat tinggi poster-poster berisi tuntutan.
Poster khas generasi millenial, dengan kalimat-kalimat unik memeriahkan aksi tersebut. "Jangan Makan Uangku, Makan Saja Mantanku", "Cukup Atiku Sing Ambyar, Negoroku Ojo", "Mending Ketemu Tikus Tanah, Dibanding Tikus Berdasi" serta kalimat lainnya menghiasi poster-poster mereka.

Sesampainya di depan kantor Gubernuran, ribuan pelajar itu langsung satu komando dan menggelar aksi. Ganjar yang mengenakan kaos putih bertuliskan "Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi" dan berikat kepala merah putih, langsung naik panggung memimpin aksi.
"Tadi malam saya mendapat kabar, ada ribuan pelajar yang mau demo melawan korupsi. Saya minta para orator, ayo langsung ke atas panggung," kata Ganjar.
Satu per satu perwakilan pelajar berorasi dengan lantang. Mereka memompa semangat generasi muda untuk melawan segala bentuk praktik korupsi yang telah menyengsarakan nasib rakyat.
"Kita sebagai generasi muda, mari kita berikhtiar mewujudkan Indonesia dan Jawa Tengah bebas korupsi. Walaupun masih muda, jiwa dan semangat kita membara," kata Intan Latifah, salah satu orator dari SMAN 1 Purwanegara Banjarnegara.
"Kalau PNS jadi koruptor, enggak usah ngantor, tapi langsung didor. Koruptor harus dihukum mati," timpal M Aji Kurniawan, orator dari SMK Negeri Jateng di Pati.
Tak hanya memimpin aksi demo, Ganjar juga mengajak ribuan pelajar itu menempel stiker antikorupsi di sejumlah mobil dinas Pemprov Jateng. Stiker bertuliskan kalimat "Nek Aku Korupsi, Ora Slamet" itu ditempel di mobil-mobil pelat merah Pemprov Jateng.
Demo di tengah Car Free Day itu semakin meriah dengan adanya instalasi mosaik. Ribuan kertas warna-warni ditempelkan para pelajar dan warga pada sembilan panel. Sebelumnya mereka menuliskan harapan, doa, kritik, dan dukungan untuk pemberantasan korupsi. Sembilan panel itu kemudian digabung membentuk gambar tikus dicoret.
"Saya senang dan bangga pada pelajar yang hebat-hebat ini, mereka menegaskan diri untuk siap menjadi agen antikorupsi. Sejak dini kami ajak mereka untuk terlibat, merasakan, mengkritik bahkan mencaci terhadap hal-hal berbau korupsi," kata Ganjar.
Menurut Ganjar aksi demonstrasi yang digelar oleh para pelajar itu merupakan hal yang luar biasa. Mereka berani menyerukan perlawanan terhadap praktik korupsi demi masa depan bangsa.
"Tadi keren, ada seruan mereka misalnya, PNS yang koruptor, tidak usah masuk kantor, langsung didor. Ini merupakan ungkapan kejengkelan dari mereka yang mudah-mudahan menjadikan mereka generasi berintegritas," tegasnya.
Kepedulian atas gerakan antikorupsi, lanjut Ganjar, memang penting diterapkan sejak dini. Mulai dari hal-hal kecil, semisal tidak mencontek, disiplin masuk sekolah, tidak berbohong dan lainnya.
"Mereka kelak akan menjadi pemimpin bangsa, semoga ini awal yang bagus untuk menanamkan integritas. Saya minta guru-guru membimbing," tegasnya.
Ganjar pun menegaskan bahwa para pelajar yang hadir dalam acara tersebut telah resmi menjadi agen antikorupsi. Mereka diminta ikut mengawasi seluruh kegiatan di sekolah, seperti pungutan, pembangunan sarana prasarana hingga di lingkungan masing-masing.
"Anak-anak ini akan menjadi agen saya untuk melawan korupsi. Kepala sekolah dan guru harus bertanggungjawab dalam pengelolaan sekolahnya, karena anak-anak ini akan mengawasi. Maka kita harapkan ke depan, akan tumbuh kesadaran jaga sekolahku, jaga puskesmasku, dan semua akan berintegritas," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Bareskrim menyita 11 ponsel, satu iPad, dan empat flashdisk dalam penyidikan kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo.
Jadwal KRL Palur-Jogja 6 November 2026 tersedia 12 perjalanan. Simak jam keberangkatan dan kedatangan di 13 stasiun.
Samin Tan didakwa melakukan pencucian uang Rp18,1 triliun dari penjualan batu bara PT AKT yang diduga berasal dari pertambangan ilegal.
OJK meminta perbankan memeriksa dan/atau memblokir 39.923 rekening yang terindikasi digunakan untuk aktivitas judi online.
Puslabfor menyelidiki ledakan di Duri Kepa, Jakarta Barat, yang menyebabkan 12 orang terluka dan 10 rumah mengalami kerusakan.
DPUPKP Sleman membersihkan 65 titik saluran irigasi untuk mengantisipasi genangan dan banjir saat musim hujan 2026.